Nodai Citra Malaysia, Skandal Keuangan 1MDB Dipastikan Tak Terjadi Lagi
Senin, 21 Oktober 2019 - 17:02 WIB
Nodai Citra Malaysia, Skandal Keuangan 1MDB Dipastikan Tak Terjadi Lagi
A
A
A
WASHINGTON - Gubernur Bank Sentral Malaysia Nor Shamsiah Mohd Yunus memastikan, skandal keuangan 1MDB yang melibatkan dana pembangunan proyek strategis tidak akan terjadi lagi di Malaysia. Seperti diketahui Proyek 1Malaysia Development Berhad (MDB) didirikan untuk mempromosikan pembangunan Malaysia, namun telah menjadi salah satu korupsi dan skandal pencucian uang terbesar yang melibatkan miliaran dolar.
Skandal tersebut telah menodai citra Malaysia sebagai tempat yang aman untuk melakukan bisnis dan mempengaruhi kepercayaan investor asing dalam menempatkan uang di negara tersebut. Namun seperti dilansir CNBC, Senin (21/10/2019) Gubernur Bank negara Malaysia Nor Shamsiah Mohd Yunus mengutarakan, pemerintah telah mengambil sejumlah langkah untuk mencegah agar skandal keuangan 1MDB tidak terjadi lagi.
"Salah satu reformasi struktural yang sudah dilakukan pemerintah yakni menempatkan kerangka kerja, sistem, budaya yang akan memberantas korupsi," ujar Gubernur Bank Sentral Malaysia kepada CNBC dalam pertemuan tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington.
Dia menambahkan, pada awal bulan ini anggota Parlemen Malaysia mengeluarkan RUU untuk mendirikan Badan Nasional yang akan mengoordinasikan investigasi terhadap kejahatan keuangan. Sementara itu, bank sentral "terus memperkuat budaya kepatuhan di lembaga keuangan sehingga integritas keuangan dari sistem keuangan kita dipertahankan," tegas Nor Shamsiah Mohd Yunus.
Ketika ditanyakan apakah dirinya merasa yakni bahwa skandal keuangan seperti itu tidak akan pernah terjadi lagi, Nor Shamsiah menjawab dengan yakin "ya". Pihak berwenang, setidaknya dari enam negara termasuk AS Swiss dan Singapura telah menyelidiki dugaan penyelewengan terkait dengan 1MDB.
Departemen Kehakiman AS memperkirakan bahwa dana mencapai sebesar USD4.50 miliar telah digelapkan melalui transaksi kompleks rekening bank serta antar perusahaan di bebarapa negara. Ditambah jutaan dolar diduga berakhir di mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak yang diduga masuk ke rekening bank pribadi.
Skandal, yang juga melibatkan raksasa perbankan investasi AS Goldman Sachs, dan diyakini bertanggung jawab untuk menopang pemerintahan Najib dalam pemilu umum Malaysia tahun lalu. Najib yang menghadapi beberapa tuduhan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, telah menyangkal semua hal terkait skandal.
Sebagai informasi proyek 1Malaysia Development Berhad didirikan oleh Najib pada 2009. 1MDB dikelola oleh kementerian keuangan dan dipimpin oleh Najib Razak. Proyek itu dibentuk sebagai lembaga negara yang fokus pada investasi dan pembangunan proyek strategis.
Para penanam modalnya tak hanya dari Malaysia, namun juga luar negeri. Tercatat ada banyak perusahaan dari 10 negara yang memercayakan uangnya ke 1MDB. Namun ternyata mencuat skandal, dimana sebagian uang yang masuk ke 1MDB dialirkan ke rekening Najib.
Skandal tersebut telah menodai citra Malaysia sebagai tempat yang aman untuk melakukan bisnis dan mempengaruhi kepercayaan investor asing dalam menempatkan uang di negara tersebut. Namun seperti dilansir CNBC, Senin (21/10/2019) Gubernur Bank negara Malaysia Nor Shamsiah Mohd Yunus mengutarakan, pemerintah telah mengambil sejumlah langkah untuk mencegah agar skandal keuangan 1MDB tidak terjadi lagi.
"Salah satu reformasi struktural yang sudah dilakukan pemerintah yakni menempatkan kerangka kerja, sistem, budaya yang akan memberantas korupsi," ujar Gubernur Bank Sentral Malaysia kepada CNBC dalam pertemuan tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington.
Dia menambahkan, pada awal bulan ini anggota Parlemen Malaysia mengeluarkan RUU untuk mendirikan Badan Nasional yang akan mengoordinasikan investigasi terhadap kejahatan keuangan. Sementara itu, bank sentral "terus memperkuat budaya kepatuhan di lembaga keuangan sehingga integritas keuangan dari sistem keuangan kita dipertahankan," tegas Nor Shamsiah Mohd Yunus.
Ketika ditanyakan apakah dirinya merasa yakni bahwa skandal keuangan seperti itu tidak akan pernah terjadi lagi, Nor Shamsiah menjawab dengan yakin "ya". Pihak berwenang, setidaknya dari enam negara termasuk AS Swiss dan Singapura telah menyelidiki dugaan penyelewengan terkait dengan 1MDB.
Departemen Kehakiman AS memperkirakan bahwa dana mencapai sebesar USD4.50 miliar telah digelapkan melalui transaksi kompleks rekening bank serta antar perusahaan di bebarapa negara. Ditambah jutaan dolar diduga berakhir di mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak yang diduga masuk ke rekening bank pribadi.
Skandal, yang juga melibatkan raksasa perbankan investasi AS Goldman Sachs, dan diyakini bertanggung jawab untuk menopang pemerintahan Najib dalam pemilu umum Malaysia tahun lalu. Najib yang menghadapi beberapa tuduhan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, telah menyangkal semua hal terkait skandal.
Sebagai informasi proyek 1Malaysia Development Berhad didirikan oleh Najib pada 2009. 1MDB dikelola oleh kementerian keuangan dan dipimpin oleh Najib Razak. Proyek itu dibentuk sebagai lembaga negara yang fokus pada investasi dan pembangunan proyek strategis.
Para penanam modalnya tak hanya dari Malaysia, namun juga luar negeri. Tercatat ada banyak perusahaan dari 10 negara yang memercayakan uangnya ke 1MDB. Namun ternyata mencuat skandal, dimana sebagian uang yang masuk ke 1MDB dialirkan ke rekening Najib.
(akr)
Lihat Juga :