Prospek Perdagangan Indonesia-Vietnam Cerah

Selasa, 22 Oktober 2019 - 08:40 WIB
Prospek Perdagangan...
Prospek Perdagangan Indonesia-Vietnam Cerah
A A A
JAKARTA - Indonesia dan Vietnam sepakat untuk meningkatkan nilai perdagangan dari USD5 miliar pada 2015 menjadi USD10 miliar pada 2020. Target itu cukup tinggi. Namun, tidak mustahil untuk dicapai menyusul semakin tingginya interaksi perdagangan antar kedua negara.

Pada kuartal 1 (Q1) dan kuartal 2 (Q2) tahun ini saja, nilai perdagangan antara Indonesia dan Vietnam mencapai USD4,26 miliar. Nilai ekspor Indonesia ke Vietnam sebesar USD2,65 miliar, sedangkan impor dari Vietnam USD1,61 miliar. Artinya, Indonesia meraih surplus USD1,04 miliar.

"Kami optimis dengan perdagangan antara Indonesia dan Vietnam pada sisa akhir tahun ini. Prospeknya bagus," ujar Duta Besar RI untuk Vietnam, Ibnu Hadi, di Jakarta. "Tantangan ke depannya ialah harus adanya kebijakan-kebijakan ekonomi yang lebih ramah dan mudah," tambahnya.

Indonesia juga diharapkan bisa melebihi prestasi dalam penarikan investasi asing. Hadi menambahkan proses perizinan dagang, investasi, dan bisnis di Vietnam lebih cepat dan mudah dibanding di Indonesia. Proses perizinan dagang, investasi, dan bisnis di Vietnam bisa dikeluarkan langsung Pemerintah Provinsi dalam 3-7 hari, sedangkan di Indonesia dikeluarkan pemerintah pusat dan daerah sehingga lebih lama.

"Sekarang, taruhlah perusahaan hendak menanamkan modal di Papua, mereka berupaya memenuhi persyaratan dan mencari persetujuan dari Jakarta. Ketika sudah memperoleh persetujuan, mereka ditanya-tanya lagi di daerah sehingga memerlukan perizinan ini dan perizinan itu. Prosesnya pun menjadi lebih lama," ujar Hadi.

Total perdagangan Indonesia dan Vietnam mencapai USD8,4 miliar, Indonesia surplus USD1,38 miliar, pada tahun lalu. Ekspor utama Indonesia menuju Vietnam ialah batu bara USD789 juta, minyak nabati USD300 juta, komputer USD283 juta, kendaraan bermotor USD270 juta, dan kertas USD262 juta.

Sebaliknya, impor utama Indonesia dari Vietnam ialah besi dan baja USD533 juta, beras USD362 juta, mesin dan peralatan USD267 juta, sparepart dan telepon USD254 juta, komponen dan komputer USD248 juta, bahan sepatu dan kulit USD227 juta, dan produk tekstil USD200 juta.

Sementara itu, investasi Indonesia di Vietnam mencapai 79 proyek dengan nilai USD575,79 juta hingga Juni tahun ini. Indonesia menjadi investor ke-5 terbesar Vietnam di antara negara Asia Tenggara lainnya. Lahan proyek di Vietnam dikuasai Singapura dengan 2.266 proyek atau setara USD49,16 miliar.

Berdasarkan data dari Kedutaan Besar RI (KBRI) Hanoi, jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal dan bekerja di Hanoi dan sekitarnya sekitar 309 orang pada Februari 2019. Total WNI yang tinggal dan bekerja di Vietnam diperkirakan mencapai lebih daro 950 orang pada tahun ini.

Indonesia dan Vietnam memulai hubungan diplomatik sejak 1955. Saat itu, Indonesia membuka Konsulat RI di Hanoi, Vietnam Utara dan Saigon, Vietnam Selatan. Namun, akibat keberpihakan Indonesia terhadap Vietnam Utara, Vietnam Selatan memutus hubungan dengan Indonesia.

Hubungan Indonesia dan Vietnam kembali normal dua tahun sebelum Vietnam Utara dan Vietnam Selatan bersatu pada 1973. Kedua negara kembali menempatkan Duta Besar (Dubes) masing-masing di Jakarta dan Hanoi. Indonesia bahkan membuka Konsulat Jenderal di Ho Chi Minh.

Memasuki abad ke-20, hubungan Indonesia dan Vietnam kian menguat, baik dalam kerangka bilateral, regional, ataupun multilateral. (Muh Shamil)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sinergi Antar Pemangku...
Sinergi Antar Pemangku Kepentingan Perdagangan Berjangka Komoditi
Presiden Jokowi Minta...
Presiden Jokowi Minta Perdagangan Antar Daerah dan Pulau Diperkuat
Pacu Perdagangan Antar...
Pacu Perdagangan Antar Provinsi, Gubernur Khofifah Gandeng Paguyuban Warga
Negara-negara dengan...
Negara-negara dengan Perdagangan Manusia Terbanyak di Dunia
Permendag Baru, Disparitas...
Permendag Baru, Disparitas Harga Antarpulau Terus Ditekan
Menangkap Peluang dalam...
Menangkap Peluang dalam Skema Baru Perdagangan Inggris Pasca-Brexit
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
15 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
25 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
41 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
43 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
53 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved