Menangkap Peluang dalam Skema Baru Perdagangan Inggris Pasca-Brexit

Sabtu, 24 Juli 2021 - 03:11 WIB
loading...
Menangkap Peluang dalam...
Pemerintah Inggris telah meluncurkan konsultasi terkait aturan perdagangan baru yang akan membantu negara-negara keluar dari kemiskinan. Khususnya dengan Indonesia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah Inggris telah meluncurkan konsultasi terkait aturan perdagangan baru yang akan membantu negara-negara keluar dari kemiskinan. Khususnya dengan Indonesia, yaitu untuk membantu mempercepat pembangunan dan pada saat yang sama juga membantu bisnis dan konsumen Inggris.

Skema Perdagangan Negara Berkembang Inggris (DCTS) adalah peluang besar untuk meningkatkan perdagangan bebas dan adil dengan negara-negara berkembang. Skema yang diusulkan akan berlaku untuk 70 negara yang saat ini memenuhi syarat dan mencakup beberapa perbaikan.

Baca Juga: Inggris dan Uni Eropa Capai Kesepakatan Brexit

Seperti tarif yang lebih rendah dan persyaratan aturan asal yang lebih sederhana untuk negara-negara yang mengekspor ke Inggris, yang memungkinkan negara-negara tersebut untuk mendiversifikasi ekspor mereka dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Inggris saat ini mengoperasikan skema yang digulirkan dari Uni Eropa, namun sebagai negara perdagangan independen, Inggris sekarang dapat mengambil pendekatan pro-pertumbuhan yang lebih sederhana dan lebih toleran untuk berbisnis dengan negara-negara berkembang.

Skema baru dari Inggris yang diusulkan berarti akan ada lebih banyak peluang dan lebih sedikit birokrasi bagi negara-negara berkembang, misalnya dengan menyederhanakan persyaratan aturan asal barang atau mengurangi tarif impor. Contohnya, penurunan tarif untuk berbagai produk seperti beras dari Pakistan dan sepatu olahraga dari Nigeria.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Hindari Blokade AS,...
Hindari Blokade AS, Iran Alihkan Perdagangan ke Jalur Kereta Api China
Profesor AS: Hanya Tiga...
Profesor AS: Hanya Tiga Orang Dewasa Ini yang Bisa Hentikan Perang Iran, Bukan Donald Trump!
Perang AS-Iran Bikin...
Perang AS-Iran Bikin Susah Banyak Negara, 100.000 Pekerja di Inggris Terancam PHK
China dan Indonesia...
China dan Indonesia Makin Mesra, Nilai Ekspor Nasional Tembus Rp1.000 Triliun
Transformasi Perdagangan...
Transformasi Perdagangan Berbasis Teknologi Jadi Kunci Daya Saing Ekonomi Nasional
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Rekomendasi
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Usai Dikawal Rieke Diah...
Usai Dikawal Rieke Diah Pitaloka, Kasus Nikita Mirzani Kini Dipantau Komisi Yudisial
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Berita Terkini
Tarif Listrik Juli-September...
Tarif Listrik Juli-September Tak Naik, Cek Harga per kWh Semua Golongan
Di Motion Trade, Anargya...
Di Motion Trade, Anargya Asset Management Bikin Challenge dengan Total Reward Rp25 Juta
Pupuk Kaltim Perkuat...
Pupuk Kaltim Perkuat Komitmen Bangun Ekonomi Inklusif
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Transformasi Digital...
Transformasi Digital Kepabeanan, 1.600 Pengguna Jasa Ikuti Sosialisasi Dokap Online Bea Cukai Priok
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.640 Pagi Ini
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved