Laba Bersih PT PPA Melesat 158% Tembus Rp100,913 Miliar

Kamis, 24 Oktober 2019 - 14:17 WIB
Laba Bersih PT PPA Melesat...
Laba Bersih PT PPA Melesat 158% Tembus Rp100,913 Miliar
A A A
JAKARTA - PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA berhasil mengukir kinerja solid hingga hingga semester I tahun 2019. Hal ini tercermin dari perolehan pendapatan usaha sebesar Rp2,24 triliun atau meningkat 13.59% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bersih Perseroan tumbuh sebesar 158% secara tahunan menjadi Rp100,913 miliar. Kontribusi pendapatan terbesar yaitu dari pendapatan jasa konstruksi sebesar 82,9% yang dijalankan oleh PT Ninda Karya (Persero) sebagai anak perusahaan PT PPA. Sumber pendapatan lainnya yaitu berasal dari pendapatan hasil investasi, pendapatan bunga dan provisi serta pendapatan dari jasa konsultan.

“Peningkatan pendapatan juga didukung oleh kontribusi dan kinerja dua anak perusahaan PT PPA, yaitu PT PPA Kapital (PPAK) yang telah melakukan investasi di beberapa lnvestee Companies. serta PT PPA Finance (PPAF) sebagai perusahaan multiflnance yang kinerjanya akan terus ditingkatkan," tutur Direktur Utama PT PPA Iman Rachman di Jakarta, Kamis (24/10/2019).

PT PPA optimis laba dan pendapatan usahanya tetap tumbuh. Hingga penghujung tahun 2019, perseroan menargetkan pendapatan usaha sebesar Rp9.815 triliun, tumbuh 43.83% dibandingkan realisasi tahun 2018. Sementara untuk laba bersih ditargetkan sebesar Rp520 miliar atau tumbuh 21,49% dibandingkan realisasi tahun 2018.

"PT PPA mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan secara konsisten selama periode 2014-2018. Selama 5 tahun terakhir, pendapatan Perseroan meningkat setiap tahunnya dengan rata-rata pertumbuhan dalam periode 2014-2018 sebesar 33.46%," katanya.

Pertumbuhan pendapatan diiringi dengan pertumbuhan laba bersih selama periode 2014-2018 yaitu rata-rata per tahun sebesar 38.39%. Total aset Perseroan juga tumbuh selama 5 tahun terakhir dengan rata-rata per tahun yaitu sebesar 22,49% dan telah mencapai Rp11.745 triliun pada tahun 2018.

Perseroan saat ini fokus restrukturisasi pada sejumlah BUMN, di antaranya PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT lndustri Gelas (Persero) dan PT Survey Udara Penas (Persero) untuk memastikan perusahaan tersebut dapat kembali sehat. Baik dengan menerapkan model bisnis saat ini atau model bisnis baru, dengan atau tanpa investor.

Sebagai satu-satunya BUMN yang diberikan amanah mengupayakan penyehatan BUMN. PT PPA juga dituntut untuk mampu memberikan kontribusi kepada Negara dalam bentuk dividen bagi pemegang saham dan pajak.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Memburu Aset Negara
Memburu Aset Negara
Kembali Turunkan Aset...
Kembali Turunkan Aset Berkualitas Rendah, KB Bukopin Jalin Kerja Sama dengan PPA
Garuda Indonesia Resmi...
Garuda Indonesia Resmi Jalin Kerja Sama Fasilitas Pembiayaan Restorasi Armada dengan PPA
Bangkrut, Merpati Airlines...
Bangkrut, Merpati Airlines Tinggalkan Utang Rp10,9 Triliun
Erick Thohir Angkat...
Erick Thohir Angkat Alumni Bank Mandiri Jadi Direktur PPA
Komitmen PPA Dukung...
Komitmen PPA Dukung Pemberdayaan Masyarakat melalui UMK Spesial
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
8 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved