Aksi Ambil Untung Bikin Rupiah Mutung ke Rp14.058
Kamis, 24 Oktober 2019 - 17:43 WIB
Aksi Ambil Untung Bikin Rupiah Mutung ke Rp14.058
A
A
A
JAKARTA - Setelah lima hari menguat secara berturut-turut, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Kamis (24/10/2019) ditutup melemah.
Indeks Bloomberg mencatat rupiah pada Kamis petang ini, mutung 27 poin atau 0,19% ke posisi Rp14.058 per USD, berbanding penutupan Rabu lalu di Rp14.031 per USD.
Sesi pembukaan, rupiah langsung tancap gas 21 poin ke level Rp14.010, merespon positif penyusunan Kabinet Indonesia Maju. Kamis ini, rupiah diperdagangkan di level Rp13.991-Rp14.059 per USD.
Senada, data Yahoo Finance mencatat kurs rupiah terdepresiasi 30 poin alias 0,21% menjadi Rp14.055 per USD, berbanding posisi Rp14.025 per USD pada Rabu kemarin. Kamis ini, rupiah bergerak di Rp13.980-Rp14.055 per USD.
Rupiah ditutup mutung alias patah, tidak melanjutkan penguatan lima hari beruntun akibat aksi profit taking alias ambil untung dari para pedagang.
Sementara itu, dolar Amerika Serikat mulai menguat karena pedagang mencermati berita perkembangan negosiasi AS dan China. Kedua negara saling memberi komentar positif sehingga menunjukkan tanda-tanda kemajuan.
Para pedagang mencermati hal ini dengan baik karena khawatir tentang perlambatan ekonomi China dan AS. Melansir dari Reuters, Kamis (24/10), hasil ini membuat dolar stabil di perdagangan Asia Pasifik, dan menguat terhadap dolar Australia dan Selandia Baru. Indeks USD terhadap enam mata uang utama berada di 97,459.
Indeks Bloomberg mencatat rupiah pada Kamis petang ini, mutung 27 poin atau 0,19% ke posisi Rp14.058 per USD, berbanding penutupan Rabu lalu di Rp14.031 per USD.
Sesi pembukaan, rupiah langsung tancap gas 21 poin ke level Rp14.010, merespon positif penyusunan Kabinet Indonesia Maju. Kamis ini, rupiah diperdagangkan di level Rp13.991-Rp14.059 per USD.
Senada, data Yahoo Finance mencatat kurs rupiah terdepresiasi 30 poin alias 0,21% menjadi Rp14.055 per USD, berbanding posisi Rp14.025 per USD pada Rabu kemarin. Kamis ini, rupiah bergerak di Rp13.980-Rp14.055 per USD.
Rupiah ditutup mutung alias patah, tidak melanjutkan penguatan lima hari beruntun akibat aksi profit taking alias ambil untung dari para pedagang.
Sementara itu, dolar Amerika Serikat mulai menguat karena pedagang mencermati berita perkembangan negosiasi AS dan China. Kedua negara saling memberi komentar positif sehingga menunjukkan tanda-tanda kemajuan.
Para pedagang mencermati hal ini dengan baik karena khawatir tentang perlambatan ekonomi China dan AS. Melansir dari Reuters, Kamis (24/10), hasil ini membuat dolar stabil di perdagangan Asia Pasifik, dan menguat terhadap dolar Australia dan Selandia Baru. Indeks USD terhadap enam mata uang utama berada di 97,459.
(ven)