Defisit Melebar, Rizal Ramli Minta Hindari Solusi Tambah Utang

Kamis, 24 Oktober 2019 - 23:27 WIB
Defisit Melebar, Rizal...
Defisit Melebar, Rizal Ramli Minta Hindari Solusi Tambah Utang
A A A
JAKARTA - Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kemungkinan semakin melebar. Perkiraan soal defisit ini sendiri diakui Menteri Keuangan Sri Mulyani, usai menghadiri rapat kabinet terbatas di Istana Negara, Kamis (24/10/2019).

"Melihat penerimaan dari sejumlah sektor yang kurang membaik, defisit kemungkinan melebar," kata Sri Mulyani.

Mencermati masalah ini, mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Menko Ekuin) era pemerintahan Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli, mengatakan tim ekonomi Kabinet Indonesia Maju memang sudah sanggup mendeteksi melebarnya defisit APBN itu.

Tetapi, kata Rizal, solusi yang mereka pikirkan, yang disiapkan dan kemudian ditempuh selalu sama atau yang itu-itu saja.

"Coba cari cara lain, dan hindari solusi tambah utang. Sebab cara itu memang terhitung cukup mudah tapi bebannya paling berat," kata Rizal Ramli di Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Selama ini, menurut Rizal, rasio pajak cukup rendah lantaran tim ekonomi hanya menghabiskan energi untuk menguber wajib pajak yang kecil-kecil dan menengah. Akibatnya realisasi penerimaan pajak kita tidak mencapai target.

Sampai akhir Desember 2019, rasio pajak diperkirakan 82%-85% dari Rp1.577, 56 triliun yang dipatok pada APBN 2019.

Rizal mengusulkan agar tim ekonomi serius mengejar big fish atau wajib pajak besar, korporasi besar, dan perusahaan asing yang selama ini beroperasi di Indonesia.

"Toh pemerintah di negara asal para korporasi itu sangat-sangat ketat dalam soal pajak," lanjutnya.

Untuk itu, kata Rizal, tim ekonomi harus lebih kreatif dari sekadar berutang.

Baru-baru ini Sri Mulyani menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 144 tahun 2019 tentang Perkiraan Defisit dan Tambahan Pembiayaan Defisit APBN tahun anggaran 2019, yang dianggap sebagai solusi atas defisit itu.

Kalau solusinya utang lagi, kata Rizal, di samping menjadi beban di masa yang akan datang, itu menjelaskan bahwa kita memang miskin kreatifitas dalam menggali sumber penerimaan yang lain. Seharusnya, tambah Rizal, tim ekonomi lebih berani dan kreatif mencari sumber pendapatan yang lain.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hingga Mei, Pembiayaan...
Hingga Mei, Pembiayaan Anggaran Tambah Rp356,1 Triliun
Ekonom Ingatkan Jangan...
Ekonom Ingatkan Jangan Kepedean Lihat Capaian APBN
Defisit APBN 2021 Dipatok...
Defisit APBN 2021 Dipatok 4,17%, Menkeu Janji Lebih Hati-hati Tarik Utang
Dituding Rizal Ramli...
Dituding Rizal Ramli 'Tukang Ngemis' Utang, Sri Mulyani Angkat Bicara
Rizal Ramli Kritisi...
Rizal Ramli Kritisi Sistem Ambang Batas dalam Pilkada dan Pilpres
Rizal Ramli Sebut Pembangunan...
Rizal Ramli Sebut Pembangunan Harus Membuat Rakyat Lebih Makmur, Bukan Sebaliknya
Berita Terkini
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
30 menit yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
1 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
3 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
4 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
6 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
7 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved