PJB Terus Dorong Pengembangan Energi Baru Terbarukan

Rabu, 30 Oktober 2019 - 19:55 WIB
PJB Terus Dorong Pengembangan...
PJB Terus Dorong Pengembangan Energi Baru Terbarukan
A A A
SURABAYA - PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) terus mendorong pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia. Direktur Utama PJB Iwan Agung Firstantara mengatakan, PJB telah melakukan inisiasi dengan melakukan uji coba co-firing di PLTU Paiton, yaitu menggantikan sebagian batu bara dengan wood palet. Saat ini telah dilakukan uji coba secara bertahap penggunaannya hingga 3% dari target 5%.

"Energi yang ramah lingkungan merupakan suatu keniscayaan mengingat semakin menguatnya perubahan iklim," ujarnya pada PJB Connect 2019 di Surabaya, Selasa (29/10/2019).

Iwan melanjutkan, PJB juga sudah menyiapkan kajian dan uji coba untuk PLTU tipe CFB di Sumatera 510 MW yang diyakini bisa melakukan co-foring hingga 30% dengan menggunakan cangkang kelapa sawit atau biomass lainnya. "Sehingga untuk menambah energi baru terbarukan, kita tidak mengubah pembangkit yang sudah ada dengan yang baru," imbuhnya.

Iwan menuturkan, dalam upaya menyiapkan energi masa depan yang ramah lingkungan, PJB telah memproduksi sekitar 1.250 MW listrik berbasis EBT dari total 14.000 MV listrik yang dikelola oleh PJB. Ke depan, pengembangan EBT terus ditingkatkan, salah satunya PLTA Batang Toru dengan kapasitas 510 MW dan pengembangan PLTS Terapung di Waduk Cirata.

"Untuk memaksimalkan curah hujan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, kami memanfaatkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sehingga diharapkan bisa meningkatkan produksi listrik di PLTA Cirata," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, PJB menyelenggarakan PJB CONNECT 2019 sebagai salah satu kontribusi PJB bagi ketenagalistrikan di Indonesia dalam menghadapi tantangan energi masa depan. Iwan berharap agar PJB CONNECT dapat menjadi penghubung antara berbagai stakeholder dalam dunia kelistrikan.

"PJB Connect 2019 mendorong dekarbonasi, digitalisasi, dan desentralisasi (3D) menuju dunia energi baru, yang bergerak lebih cepat dibandingkan yang diperkirakan," ungkapnya.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, keberadaan EBT menjadi suatu keharusan sebab batu bara yang selama ini menjadi sumber utama energi akan habis.

Apabila tidak ditangani bersama maka akan menjadi krisis karena ketersediaan berkurang, sementara permintaan terus meningkat. Untuk itu, transisi perlu segera dipercepat.

"Untuk energi, masih ditopang energi fosil terutama batubara. Batubara akan habis sehingga energi baru terbarukan bukan hanya menjadi opsi tetapi menjadi keharusan," ujarnya.

Menurut Rida, PLN siap memulai pengadaan proyek EBT. Dengan begitu maka akan ada aliran investasi dari luar negeri sehingga bisa memperbaiki pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Investor EBT sedang menunggu kapan mulai dilelang. Begitu dibuka pasti tinggi, karena ini EBT, berteknologi tinggi, melalui mekanisme lelang, harga yang didapat pasti kompetitif," jelasnya.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero) Supangkat Iwan Santoso mengapresiasi penyelenggaraan PJB Connect 2019. Diharapkan PJB lebih fokus dalam pengembangan pembangkitan end-to-end dan menjadi backbone pembangkitan yang sehat.

"Salah satu yang penting bagaimana sektor ketenagalistrikan di Indonesia semakin sehat ke depannya. Jadi bukan hanya PLN saja. Kedua, bagaimana sektor ini didukung oleh regulasi yang cukup, sesuai zamannya. Regulasinya mungkin diperlukan beberapa masukan," tuturnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembangkit Listrik Hybrid...
Pembangkit Listrik Hybrid Jawa 9 dan 10 Bakal Gunakan Amonia Hijau
PJB Kembangkan Co-Firing...
PJB Kembangkan Co-Firing Manfaatkan EBT, Apa Itu?
Dewan Komisaris PJB...
Dewan Komisaris PJB Pastikan Stok Batubara PLTU Indramayu Aman
Potensi Air Papua Dibidik...
Potensi Air Papua Dibidik Australia, Kementerian ESDM Godok Konsep REBID
Mempercepat EBT, PPI...
Mempercepat EBT, PPI Hadirkan Inovasi Baru Pembangkit Listrik
Ketentuan Pembangkit...
Ketentuan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan Perlu Diatur di RUU EBT
Berita Terkini
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
52 menit yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
2 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
2 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
2 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
3 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
4 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved