Kampanye Anti Sawit, Kamuflase UE Perkuat Pasar Minyak Nabati Global

Jum'at, 01 November 2019 - 18:05 WIB
Kampanye Anti Sawit,...
Kampanye Anti Sawit, Kamuflase UE Perkuat Pasar Minyak Nabati Global
A A A
NUSA DUA - Prof Pietro Paganini dari John Cabot University of Roma mengingatkan, kampanye global antisawit khususnya terkait kesehatan sebenarnya hanya merupakan kamuflase dari strategi pasar Uni Eropa (UE) untuk memperkuat pasar minyak nabati global.

“Perlu disadari kampanye antisawit merupakan sikap proteksionis yang diterapkan Uni Eropa, terutama untuk mendukung para petaninya,” kata Paganini dalam konferensi Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2019 and 2020 Price Outlook di Nusa Dua, Bali.

Lebih lanjut terang Paganini bahwa, ada beragam kampanye yang dilakukan untuk mencederai reputasi sawit demi memperkuat pasar minyak nabati global, salah satu pelabelan palm oil free. Pada prinsipnya kampanye ini lebih lebih condong digunakan untuk mempengaruhi persepsi negatif publik terhadap sawit tentang kesehatan.

Paganini mengingatkan, masyarakat perlu menyadari bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye hitam produsen minyak nabati yang tersaingi oleh minyak sawit. “Sayangnya kampanye itu juga ikut ditunggangi oleh pihak lain seperti para pelaku industri makanan, NGO dan kelompok politik di negara produsen sawit," ungkapnya.

Menurut Paganini, kampanye antisawit dianggap berhasil karena mampu menurunkan impor minyak sawit di beberapa negara besar UE seperti Perancis dan Jerman. Kenaikan impor minyak sawit hanya terjadi di Spanyol sedangkan permintaan Italia terhadap produk minyak sawit cenderung stagnan.

Secara umum tren pandangan negatif terhadap sawit di Uni Eropa meningkat. “Bahkan sering kali ditemukan publikasi yang menyatakan sawit merupakan musuh utama kesehatan,” kata Paganini.

Sambung dia menerangkan, keberhasilan kampanye antisawit karena banyak negara di Eropa sangat concern terhadap isu kesehatan dibandingkan isu deforestasi. “Hal ini menyebabkan penurunan permintaan sawit hingga -3,6% per tahun. Padahal hasil studi menunjukkan bahwa lemak jenuh yang berasal dari kelapa sawit tidak berbeda dibandingkan sumber nabati yang lain,” ungkap Paganini.

Menurut Paganini, produk makanan dan minuman yang dibuat tanpa kandungan sawit sebenarnya tidak menjamin rasa yang lebih baik dan meningkatkan preferensi konsumen untuk membeli.

“Glycerol, tidak hanya berasal dari kelapa sawit tetapi juga minyak nabati yang lain. kajian menunjukkan bahwa menghindari risiko kesehatan dengan menggunakan glycerol yang berasal dari non sawit, justru berpotensi menimbulkan risiko kesehatan yang lain," ungkapnya.

Paganini mengatakan, tuntutan NGO untuk meninggalkan penggunaan minyak sawit justru akan meningkatkan kerusakan lingkungan. Pasalnya, beberapa jenis komoditas minyak nabati yang lain justru akan mengkonsumsi luasan lahan yang jauh lebih luas dibandingkan sawit serta pemakain pupuk kimia secara berlebihan.“Kondisi ini berisiko pada penurunan luasan hutan global meningkat.”
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
SPKS Dukung Pembentukan...
SPKS Dukung Pembentukan Satgas Peningkatan Tata Kelola Industri Kelapa Sawit
Industri Minyak Nabati...
Industri Minyak Nabati Dukung Penerapan Tarif Pungutan Ekspor Sawit
Perhimpunan Eropa: Jawab...
Perhimpunan Eropa: Jawab Tantangan Sustainability pada Industri Sawit Indonesia
Rencana Ekspor Sawit...
Rencana Ekspor Sawit melalui BUMN, POPSI: Jangan Mengulang Kesalahan BPPC
Terungkap, Punya Lahan...
Terungkap, Punya Lahan 1 Ha Sawit Bisa Panen 10 Ton CPO per Tahun
Nilai Ekspor Sawit Capai...
Nilai Ekspor Sawit Capai Rp332,5 Triliun, Kepastian Hukum Jadi Keharusan
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
21 menit yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
46 menit yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
56 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
1 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
1 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved