Tren Coworking yang Kian Menggeser Perkantoran

Rabu, 13 November 2019 - 08:22 WIB
Tren Coworking yang...
Tren Coworking yang Kian Menggeser Perkantoran
A A A
RAMAINYA tren coworking saat ini tentu ikut mempengaruh perkembangan sewa perkantoran biasa. Lantas, bagaimana tingkat penyerapan perkantoran saat ini?

Menurut Head of Research & Consultany Savills Indonesia, Anton Sitorus menilai tingkat kekosongan perkantoran terbilang masih tinggi, yaitu sebesar 24 persen pada tahun lalu, naik dari 21,5 di tahun ini. Tingkat supply gedung perkantoran masih tinggi.

"Meski begitu tren penyerapannya sudah mulai meningkat atau rebound karena ditopang oleh permintaan untuk coworking," jelas Anton.

Penyerapan gedung perkantoran di area distrik bisnis pada tahun lalu tak sampai 100 ribu meter persegi. Namun, saat ini penyerapannya mampu melebihi 100 ribu meter persegi. Adapun pasokan gedung perkantoran masih tinggi. Namun, tingkat kekosongan gedung perkantoran yang paling tinggi terjadi pada grade A, yaitu hampir 33 persen.

Kekosongan juga terjadi pada gedung kelas premium yang mencapai 23 persen. Sementara tingkat kekosongan gedung perkantoran grade B dan C masih dibawah 20 persen. "Hal tersebut membuat harga sewa masih tertahan atau dalam tekanan. Khususnya untuk kelas premium, penurunan harganya lumayan signifikan, hampir 25 persen dari tahun ke tahun. Sementara untuk grade ABC mulai mereda," jelas Anton.

Anton pun menambahkan, penyerapan gedung perkantoran memang naik. Namun, hak tersebut ditopang permintaan perkantoran dari operator Co working space, seperti Gowork, Wework, Cohive, dan lainnya. Para operator tersebut mulai menyasar perusahaan start up hingga e-commerce. Bahkan, konsep coworking space mulai diminati oleh perusahaan konvensional.

"Perusahaan tersebut mulai nikmati coworking space karena mereka tidak perlu pusing perjanjian sewa dan lainnya karena sudah jadi tanggungan coworking space operator," tutur Anton.

Anton pun menambahkan, saat ini coworking space sudah mencapai lebih dari 270 unit. Mayoritas penggunanya adalah pekerja industri kreatif dan digital yang bisa bekerja hanya dengan komputer.

Layaknya kantor konvensional, para profesional di ruang kerja bersama juga daopat memanfaatkan sejumlah fasiloitas penunjang kerja. Umumnya, layanan coworking space juga dikembangkan di sebuah gedung perkantoran yang besar. Bedanya, fasilitas tersebut bisa dinikmati bersama dengan komunitas kerja yang ada di dalamnya.

Hal senada juga dijelaskan oleh Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) bahwa tingkat okupansi dari gedung-gedung perkantoran ini hanya mencapai 78 persen saja. Hal ini disebabkan karena tingginya penambahan jumlah gedung untuk wilayah bisnis distrik. Ada pun permintaan coworking space dan perusahaan berbasis teknologi sepanjang tahun lalu mencapai 33 persen dari total serapan ruang perkantoran di wilayah Jakarta.

Head of Research JLL, James Taylor, menyebutkan, sepanjang tahun ini terjadi peningkatan luas tempat yang dimanfaatkan sebagai coworking space sebesar dulu hanya 60% kini menjadi 120 ribu meter persegi. Jumlah operatornya pun meningkat, baik lokal maupun internasional menjadi 41 operator atau naik sebesar 8 persen.

Banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh masyarakat saat menggunakan coworking space. Pertama, pekerja tidak perlu lagi memikirkan fasilitas perkantoran karena sudah tersedia, seperti pantry atau pun akses internet. Lalu, ruang kerha bersama ini memungkinkan pekerja untuk tidak perlu lagi memikirkan perawatan aset karena sudah satu paket dari yang ditawarkan oleh operator.

Menurut James, peminat coworking space akan terus tumbuh apalagi banyak profesi baru yang hanya membutuhkan komputer sebagai alat kerja. "Saat ini saja, kantor-kantor konvensional mulai mengalih fungsikan menjadi Co working spoace. Dengan kemudahan yang ditawarkan sangat memungkinkan bisnis ini akan tumbuh," jelas James.

Untuk lokasi, saat inio coworking tidah hanya tersebar di gedung-gedung perkantoran. "Saat ini 89 persen terdapat di beberapa gedung perkantoran, 5 persen di pusat perbelanjaan," ujar James.

James pun menambahkan, untuk kedepan coworking space akan menunjukkan kurva meningkat, seiring dengan perubahan pola kerja.(Aprilia S Andyna)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Resmikan Kantor Pertama...
Resmikan Kantor Pertama di Tangerang, Movinite Perkuat Jaringan dan Pelayanan
RS-Faskes Kian Tertekan,...
RS-Faskes Kian Tertekan, Epidemiolog Sarankan Perkantoran Tutup Total 2 Pekan
Corona Masih Merajalela...
Corona Masih Merajalela Hingga Akhir Tahun, Luhut Minta Perkantoran Perbaiki Sirkulasi Udara
Ramalan Nasib Bisnis...
Ramalan Nasib Bisnis Perkantoran Tahun Ini, Akankah Masih Terpukul Pandemi?
Begini Pengawasan PPKM...
Begini Pengawasan PPKM Level 4 Terhadap Kantor dan Industri di Jakbar
Sedot Investasi Rp 10,6...
Sedot Investasi Rp 10,6 Triliun, Superblok Tertinggi se-Indonesia Bakal Dibangun di Sudirman
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
27 menit yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
57 menit yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
2 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
4 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
4 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
4 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved