Harga Minyak Naik Merespon Penurunan Pasokan Minyak AS

Kamis, 14 November 2019 - 11:52 WIB
Harga Minyak Naik Merespon...
Harga Minyak Naik Merespon Penurunan Pasokan Minyak AS
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia naik pada Kamis (14/11/2019), setelah data industri dan pernyataan pejabat OPEC tentang produksi minyak serpih (shale oil) Amerika Serikat yang lebih rendah pada tahun depan.

Namun, kenaikan harga si emas hitam bersifat terbatas karena pertumbuhan industri China pada bulan Oktober hanya mencapai 4,7%, lebih rendah dari perkiraan sebesar 5,4%. Hal ini mengkhawatirkan akan permintaan. Sebab China adalah negara importir minyak mentah terbesar di dunia.

Melansir dari Reuters, harga minyak Brent International naik 16 sen atau 0,3% menjadi USD62,53 per barel pada pukul 02.50 GMT. Sementara, harga minyak acuan AS, West Texas Intermediate naik 22 sen alias 0,4% ke USD57,34 per barel.

Harga minyak mendapat keuntungan setelah Sekretaris Jenderal Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Mohammad Barkindo, mengatakan kemungkinan produksi minyak serpih AS pada 2020 akan melambat, menjadi hanya sekitar 300 ribu-400 ribu barel per hari.

"Komentar Barkindo mendukung harga minyak tapi segala sesuatunya tidak ada yang pasti di minyak, termasuk OPEC. Dan harga minyak sejauh ini tidak banyak perubahan berada di kisaran itu-itu saja sepanjang November ini," terang Howie Lee, ekonom di Bank OCBC Singapura.

Sementara itu, American Petroleum Institute melaporkan bahwa pasokan minyak mentah AS menurun sebesar 541.000 barel dalam sepekan hingga 8 November.

Dan dalam rangka mendukung harga, OPEC dan sekutunya Rusia akan bertemu pada 5-6 Desember di Wina, Austria, untuk membahas kebijakan dan pembatasan produksi 1,2 juta barel per hari hingga Maret 2020.

Namun Barkindo mengatakan masih terlalu dini bagi OPEC dan sekutunya untuk membatasi lebih banyak ptoduksi minyak. Karena OPEC harus berkoordinasi dengan anggota lainnya dan melihat ketidakpastian ekonomi global.

Barkindo hanya mengharapkan Arab Saudi mendesak dua anggota OPEC lainnya, Irak dan Nigeria untuk patuh dalam pembatasan produksi 1,2 juta barel per hari. "Apa yang bisa dilakukan OPEC adalah kepatuhan para anggota bukan soal penambahan pemotongan produksi".
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Minyak Hari Ini...
Harga Minyak Hari Ini Naik Tipis, Janji OPEC+ Jadi Katalis
Harga Minyak Menghangat,...
Harga Minyak Menghangat, Merespons Proyeksi Permintaan OPEC
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melompat ke Level Tertinggi
Usai Melonjak, Harga...
Usai Melonjak, Harga Minyak Hari Ini Ambles di Bawah USD100 per Barel
Harga Minyak Perpanjang...
Harga Minyak Perpanjang Kenaikan Empat Hari Beruntun
Harga Minyak Turun Karena...
Harga Minyak Turun Karena Stok Minyak AS Meningkat
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
4 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
4 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
5 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
5 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
6 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
7 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved