Suharso: Butuh Upaya Inovatif Mencapai Target SDGs 2030

Rabu, 20 November 2019 - 19:52 WIB
Suharso: Butuh Upaya...
Suharso: Butuh Upaya Inovatif Mencapai Target SDGs 2030
A A A
JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa mengingatkan pentingnya upaya inovatif maupun tindakan besar untuk mewujudkan sasaran pembangunan berkelanjutan (SDGs) pada 2030.

"Upaya inovatif, pembiayaan inovatif, serta tindakan besar harus menjadi pendorong untuk mencapai target ambisius dari SDGs," kata Suharso saat membuka lokakarya Global Sustainable Development Report 2019 and Operationalizing Its Finding for The Asia Pasific Region di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Suharso menjelaskan upaya mencapai SDGs tersebut tidak bisa menggunakan cara-cara yang biasa dan konvensional karena membutuhkan terobosan maupun cara-cara yang inovatif.

"SDGs tidak dapat dicapai dengan cara biasa. Kita perlu mengubah bisnis proses dan perencanaan pembangunan dengan upaya yang lebih kuat dari semua pemangku kepentingan untuk memastikan pencapaian Agenda 2030," katanya.

Dalam kesempatan ini, Suharso memastikan pemerintah berkomitmen kuat untuk mengimplementasikan SDGs dengan berbagai regulasi pendukung yang telah diterbitkan Presiden Joko Widodo.

Regulasi tersebut adalah Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang berfungsi sebagai dasar hukum untuk persiapan, implementasi, pemantauan, evaluasi dan pelaporan SDGs di Indonesia.

"Peraturan Presiden itu menunjuk Menteri PPN/Kepala Bappenas sebagai koordinator implementasi SDGs di Indonesia dalam Tim Koordinasi Nasional SDGs," kata Suharso.

Namun menurut Suharso, masih banyak tantangan yang dihadapi Indonesia dalam pelaksanaan SDGs di Indonesia, diantaranya terbatasnya sumber daya untuk membantu percepatan capaian.

Untuk itu, Suharso mengatakan Kementerian PPN/Bappenas akan mengidentifikasi masukan yang cocok untuk dimasukkan ke dalam agenda perencanaan pembangunan nasional pada lokakarya yang berlangsung selama tiga hari ini.

Sejalan dengan implementasi SDGs, Indonesia juga telah meluncurkan Low Carbon Development Initiative/Inisiatif Pembangunan Rendah Karbon.

Inisiatif ini merupakan kebijakan pembangunan yang memberikan kontribusi ke arah pencapaian tujuan untuk pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan, dan pembangunan sektoral, sekaligus melestarikan sumber daya alam dan lingkungan.

Secara keseluruhan, pelaksanaan SDGs di Indonesia yang telah memasuki tahun keempat banyak mencapai kemajuan. Indonesia juga telah berhasil mengurangi kesenjangan melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif, perluasan lapangan pekerjaan, dan akses terhadap pendidikan.

Lokakarya ini dihadiri Duta Besar Jerman untuk Indonesia Peter Schoof, serta perwakilan United Nations Department of Economic and Social Affairs (UNDESA), Food and Agriculture Organization (FAO), International Fund for Agricultural Development (IFAD), Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ), United States Agency for International Development (USAID), dan Japan International Cooperation Agency (JICA).
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dekade Menentukan Bagi...
Dekade Menentukan Bagi SDGs, Pemikir Muda Indonesia Dipacu
Bappenas-UNDP Apresiasi...
Bappenas-UNDP Apresiasi Peresmian SDG’s Center Sekolah Kedinasan Pertama di Indonesia
Tak Bisa Sendirian,...
Tak Bisa Sendirian, Pemerintah Minta Dukungan Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan
Pentingnya Penerapan...
Pentingnya Penerapan TJSL Berbasis Sosial dan Lingkungan, Ini Penjelasannya
Di Hadapan PBB, Menteri...
Di Hadapan PBB, Menteri Suharso Ungkap Tantangan Pendanaan untuk Capai SDGs
Apresiasi ISDA 2022,...
Apresiasi ISDA 2022, Bappenas: Kontribusi Nyata Pelaku Usaha untuk Capai SDGs
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
6 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
6 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
7 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
7 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
7 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
7 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved