Realisasi Perpres No 44, Mulai 2020 Istilah DNI Diganti Jadi DPI

Senin, 25 November 2019 - 09:44 WIB
Realisasi Perpres No...
Realisasi Perpres No 44, Mulai 2020 Istilah DNI Diganti Jadi DPI
A A A
JAKARTA - Pemerintah berencana mengubah istilah Daftar Negatif Investasi (DNI) menjadi Daftar Positif Investasi (DPI). Hal ini dilakukan dalam rangka menggenjot pertumbuhan investasi di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah berencana memangkas DNI menjadi 6 bidang usaha dari saat ini 20 bidang usaha. Rencana ini bisa direalisasi dalam Perpres No 44 Tahun 2016 yang berlaku per 2020 nanti.

"Tidak lagi menggunakan DNI, tapi daftar putih atau kita sebut daftar positif. Kita akan buat positive list investasi. Jadi yang dilarang secara prinsip itu legalisasi narkotika, perjudian, dan pengembangan senjata kimia. Di luar itu kita buka untuk bisa masuk kegiatan investasi," ujar Airlangga di Jakarta pekan lalu.

Adapun enam bidang usaha yang masih ditutup untuk penanaman modal asing adalah ganja, perjudian, industri chlor alkali dengan proses merkuri, penangkapan spesies dalam daftar CITES, pengambilan koral dari alam, dan industri bahan kimia daftar-1 konvensi senjata kimia.

Airlangga memastikan pemerintah akan terus memperbaiki iklim investasi di Indonesia. Untuk itu pihaknya telah menyiapkan satuan tugas percepatan investasi, implementasi tax Holiday, dan super-deduction tax sampai omnibus law.

“Pemerintah juga tengah menyiapkan omnibus law cipta lapangan kerja yang bertujuan untuk semakin menyederhanakan proses perizinan," jelasnya.

Dia menambahkan, ada beberapa nilai positif Indonesia yang bisa menjadi destinasi investasi yang menarik. Pertama, stabilitas politik dan ekonomi yang terjaga. Kedua, tingkat pertumbuhan ekonomi yang stabil tumbuh dalam lima tahun terakhir.

"Sudah menjadi komitmen Indonesia untuk terus melakukan transformasi struktural yang kemudian menjadi spirit melakukan deregulasi. Itu dengan menjalankan reformasi pajak dan meningkatkan ease of doing bussines," papar Airlangga.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Carmelita Hartoto mengatakan pemerintah tetap harus menjaga kedaulatan ekonomi sehingga sektor vital yang masih bisa dikelola pengusaha lokal jangan diserahkan ke asing.

“Sebenarnya nggak ada masalah selama esensinya tersampaikan. Kalau kita di pengusaha nasional hanya mengharapkan supaya sektor-sektor vital di dalam negeri selama masih bisa dikelola oleh pengusaha lokal sebaiknya jangan diserahkan ke investor asing,” ungkapnya kepada SINDO MEDIA di Jakarta kemarin.

Menurut dia, pengusaha lokal yang bernasib pada sektor strategis tidak sedikit jumlahnya. Karena itu pengusaha-pengusaha ini juga perlu mendapatkan sokongan dan perhatian pemerintah. “Selama sektor ini dikelola dengan kompetitif saya kira wajar dipertahankan pemerintah,” ujarnya.

Carmelita menambahkan, banyak sektor vital yang pengusahaannya harus diperhatikan pemerintah. Misalnya di sektor pelayaran yang berlaku asas cabotage atau kapal-kapal berbedera Indonesia. “Kalau untuk asas cabotage tentu ini harus dipertahankan karena ini menyangkut kedaulatan negara,” sebutnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pabrik Perusahaan Tiongkok...
Pabrik Perusahaan Tiongkok Pindah ke Asia Tenggara, RI Harus Permudah Regulasi Investasi
RI Kebanjiran Investasi...
RI Kebanjiran Investasi Asing Pasca WEF 2023
Pengusaha: Iklim Investasi...
Pengusaha: Iklim Investasi Indonesia Belum Semenarik Negara ASEAN Lain
Investasi Rp1.434 Triliun...
Investasi Rp1.434 Triliun Masuk ke RI di 9 Bulan Pertama 2025, Serap 1,9 Juta Tenaga Kerja
Demi Tarik Duit Asing,...
Demi Tarik Duit Asing, LPI Bakal Tinggalkan Cara Lawas
Dubes Suryo Pratomo...
Dubes Suryo Pratomo Ungkap Penyebab Negeri Singa Dominasi Investasi Asing
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
3 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
3 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
3 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
5 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved