Energy Watch Nilai Ahok dan Budi Sadikin Komposisi Pas untuk Pertamina

Senin, 25 November 2019 - 19:36 WIB
Energy Watch Nilai Ahok...
Energy Watch Nilai Ahok dan Budi Sadikin Komposisi Pas untuk Pertamina
A A A
JAKARTA - Terpilihnya Basuki Tjahaja Purnama dan Budi Gunadi Sadikin sebagai Komisaris Utama dan Wakil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) mengundang respon positif dari Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan.

"Menurut saya, posisi Ahok saat ini bukan pilihan utama. Mungkin pemerintah mau menjadikannya Direktur Utama, cuma dipertimbangkan menjadi Komisaris Utama karena resistensinya banyak dari masyarakat dan serikat pekerja," tutur Mamit kepada SINDOnews di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Ia menyampaikan bahwa Ahok harus melakukan pengawasan terhadap direksi, terlebih dirinya juga sebagai tangan kanan pemerintah dalam menjalankan program atau rencana yang sudah diterapkan pemerintah sehingga hasilnya bisa sesuai yang diharapkan.

"Hal yang ramai dibicarakan misalnya adalah pembangunan, menggenjot investasi migas, upgrade kilang, dan terkait masalah mengurangi impor khususnya impor LPG yang berkontribusi pada CAD. Ini adalah program atau rencana yang menjadi harapan dari Jokowi dalam memilih Ahok sebagai Komisaris Utama," tutur Mamit.

Mamit juga menjelaskan, dengan posisi Ahok saat ini, kewenangannya terbatas, ia tidak bisa langsung berbicara teknis sehingga bisa langsung eksekusi karena komisaris hanya bisa mengawasi. Setidaknya, dengan posisi ini, Ahok bisa memberikan masukan langsung kepada direksi Pertamina.

"Fungsi strategisnya adakah ketika direksi tidak bekerja maksimal, Ahok bisa melakukan peneguran, apalagi ia didampingi Budi Sadikin. Ini komposisi bagus, supaya kinerja Pertamina lebih baik. Banyak PR seperti lifting produksi, menambahkan kegiatan eksplorasi, dan serta diharapkan bisa ada efisiensi dengan mengatasi mafia migas," terang ia.

Di sisi lain, Mamit menyebutkan Pertamina sebagai pemberi layanan masyarakat harus tetap menjalankan program layanan seperti BBM Satu Harga.

"Konsumsi BBM kan masih ditahan harganya oleh pemerintah, siapa tahu nanti Ahok bisa membicarakan dengan pihak-pihak terkait agar harganya bisa mengikuti pasar," tutup Mamit.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pilih Ganjar, Ahok Mundur...
Pilih Ganjar, Ahok Mundur dari Jabatan Komisaris Utama Pertamina
Ahok Harusnya Perbaiki...
Ahok Harusnya Perbaiki Internal Pertamina, Bukan Malah Curhat di Medsos
Ahok Terapkan Prinsip...
Ahok Terapkan Prinsip Cuan, Chengli dan Cincay Ala China di Pertamina
Erick Thohir Puji Ahok:...
Erick Thohir Puji Ahok: Figur Bagus Menjaga Pertamina
Arahan Ahok Soal Digitalisasi...
Arahan Ahok Soal Digitalisasi di Tubuh Pertamina
Gaji Ahok Jadi Komut...
Gaji Ahok Jadi Komut Pertamina Disebut Tembus Rp8,3 Miliar, Bagaimana Hitungannya?
Berita Terkini
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
1 jam yang lalu
Kinerja Tumbuh Positif,...
Kinerja Tumbuh Positif, ASABRI Bukukan Kenaikan Aset 12,23% di 2025
1 jam yang lalu
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
1 jam yang lalu
Pasar Kripto Masih Sideways,...
Pasar Kripto Masih Sideways, Bittime Futures Bisa Jadi Alternatif Strategi
2 jam yang lalu
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
2 jam yang lalu
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
3 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved