Sri Mulyani Minta Bea Cukai Adaptif Tanggapi Keluhan Dunia Usaha

Senin, 25 November 2019 - 22:54 WIB
Sri Mulyani Minta Bea...
Sri Mulyani Minta Bea Cukai Adaptif Tanggapi Keluhan Dunia Usaha
A A A
JAKARTA - Kondisi global yang berubah cepat menuntut para aparatur sipil negara (ASN) untuk mengubah mindset dan cara kerja yang adaptif serta responsif terhadap dinamika perubahan. Termasuk perkembangan model bisnis yang semakin beragam.

ASN dituntut tidak hanya memahami peraturan yang berlaku, juga memahami konteks bisnis. Hal ini tergambar dari peringkat Ease of Doing Business Indonesia, yang masih kalah cepat dibanding negara lain, yang responsif terhadap keluhan dunia usaha.

Karena itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengingatkan para pimpinan dan pegawai di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk mampu menangkap aspirasi pelaku usaha. Sehingga diharapkan iklim berusaha Indonesia menjadi semakin kondusif.

"Coba sekarang teman-teman di Bea Cukai pikirkan tentang penyederhaan regulasi. Saya juga akan menantang ini untuk Direktorat Jenderal Pajak. Saya ingin teman-teman di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sekali-kali Anda untuk mencoba merasakan dan memahami kesulitan-kesulitan yang dihadapi para pengusaha di lapangan. (Pura-pura) jadilah eksportir atau importir yang tidak punya koneksi," pesan Sri Mulyani di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Dia melanjutkan, jika aparat DJBC tidak berupaya memahami kebutuhan dunia usaha dan melakukan perbaikan yang tepat maka birokrat akan cenderung tidak memiliki empati. Dan hanya fokus pada peraturan yang berlaku. Mentalitas dan cara bekerja seperti ini akan menghambat perkembangan bisnis di Indonesia.

"Kalau anda tidak pernah memahami maka Anda tidak akan pernah punya empati. Jawaban (birokrat) akan selalu pasal, prosedur, aturan dan muka Anda ya muka besi saja (tanpa mau memahami kendala-kendala di lapangan). Which is not helping padahal value kita adalah pelayanan. Dan itu tidak terefleksikan," tambah Menkeu.

Namun demikian, memahami bisnis dan bersikap empati bukan berarti harus kompromi terhadap integritas dan nilai-nilai profesionalisme. Para pejabat dan jajaran DJBC harus tetap waspada, mengingat kebijakan kemudahan bisnis seringkali disalahgunakan oleh beberapa oknum yang nakal.

"Pihak DJBC harus mampu mengeliminir ekses negatif suatu kebijakan dengan menertibkan para oknum tersebut namun tidak mengusik para pelaku usaha yang jujur dan patuh terhadap ketentuan," jelasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Mulyani Minta Petugas...
Sri Mulyani Minta Petugas Bea Cukai Enggak Asal Acak-acak Koper Penumpang
Sri Mulyani: Digitalisasi...
Sri Mulyani: Digitalisasi Bea Cukai Cegah Perdagangan Gelap
Bea Cukai Kantongi Rp206,21...
Bea Cukai Kantongi Rp206,21 Triliun per Agustus, Sri Mulyani: Jangan Terlena
Bea Cukai Banyak Kena...
Bea Cukai Banyak Kena Kritik, Stafsus Sri Mulyani Buka Suara
Menghadap Jokowi di...
Menghadap Jokowi di Istana, Sri Mulyani Laporkan Kasus Bea Cukai
Sri Mulyani Minta Masyarakat...
Sri Mulyani Minta Masyarakat Waspada Penipuan Atas Nama Bea Cukai
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
5 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
5 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
6 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
6 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
7 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
7 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Perempat Final...
Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved