Kebijakan Larangan Ekspor Nikel Dianggap Menguntungkan China

Kamis, 28 November 2019 - 22:31 WIB
Kebijakan Larangan Ekspor...
Kebijakan Larangan Ekspor Nikel Dianggap Menguntungkan China
A A A
JAKARTA - Kebijakan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, terkait ekspor bijih mentah nikel dianggap telah mencederai kedaulatan Indonesia sekaligus memenangkan China dalam persaingan mobil dunia.

Awalnya, pemerintah melarang ekspor bijih mentah nikel sampai 2022 dalam rangka pembangunan smelter dan peningkatan kualitas nikel Indonesia. Tetapi Luhut mempercepatnya hingga 1 Januari 2020, dan kemudian dipercepat kembali pada tahun ini.

Pakar ekonomi Ichsanuddin Noorsy mengatakan sejauh ini Jepang, Jerman dan China merupakan tiga negara yang bersaing tajam di industri mobil. Di tiga negara itu, mereka bersaing dalam menghimpun nikel sebagai bahan baku baterai mobil.

"China sendiri sudah menerapkan electric vehicle-nya pada 2025, itu 35%. Itu berarti China harus segera membutuhkan baterai. Kalau dia mau baterai lithium, dia butuh nikel sesegera mungkin. Artinya kebijakan tersebut membenarkan ekspor nikel ke China, itu sedang menolong China memenangkan persaingan antara Jepang dan Jerman," kata Ichsanuddin saat dihubungi, Kamis (28/11/2019).

Ichsanuddin memastikan di tengah-tengah persaingan tidak sehat antarnegara dan antarkoorporasi saat ini, hanya negara yang dieksplorasi sumber daya alamnya secara mentah yang selalu merugi. Dalam hal perebutan bijih mentah nikel ini, Indonesia yang merugi apabila mengekspor ke China.

"Kesimpulannya kebijakan Luhut Binsar Panjaitan bukan sekadar menguntungkan China, tetapi merugikan Indonesia. Sekarang pertanyaan kenapa Luhut bisa mengeluarkan kebijakan seperti tadi? Ada kepentingan-kepentingan tertentu untuk mengokohkan keberadaan China di panggung internasional," jelas dia.

Ichsanuddin juga menilai kebijakan politikus Golkar itu juga membuat lesu penambang nikel berkalori rendah dan berkalori tinggi. Penambang nikel yang punya berkalori rendah di bawah 11% pasti tidak mau membangun smelter dan mengelola nikel mentah. Pada akhirnya. bijih mentah nikel dengan kisaran kalori 11% dijual murah, padahal masih bisa dikelola sebagai lithium yang baik.

"Yang rugi Indonesia karena enggak dapat nilai tambah. Itu dari aspek kebijakan, tidak adil," kata dia.

Kebijakan larangan ekspor dianulir sendiri juga membuktikan inkonsisten pemerintah. Sebab, penambang yang sudah membangun smelter dengan modal besar harus merugi sebelum produksi terjadi.

Ichsanuddin juga melihat kebijakan itu membuat iklim investasi di Indonesia tidak memiliki kepastian. Hal ini juga mengonfirmasi pandangan Bank Dunia terhadap Indonesia sebagai negara yang inkonsistensi terhadap investor karena anomali kebijakannya.

"Itu Bank Dunia lagi-lagi menyebut anda sulit dipercaya investor karena anda tidak konsisten. Jadi walaupun anda buka pintu lebar-lebar buat investor ketika kebijakannya tidak konsisten, anda dibilang sebagai negara yang sulit dipercaya," jelas dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Juta Ton Nikel Diekspor...
5 Juta Ton Nikel Diekspor Ilegal, Luhut: Pak Firli Bilang Sudah Dapat
Soal Ekspor Ilegal 5...
Soal Ekspor Ilegal 5 Juta Ton Nikel, Luhut: Itu Enggak Susah!
Hilirisasi Kerek Nilai...
Hilirisasi Kerek Nilai Ekspor, Luhut Prediksi Sumbangan dari Nikel Rp1.221 Triliun
KPK Temukan Dugaan Ekspor...
KPK Temukan Dugaan Ekspor Bodong 5 Juta Ton Ore Nikel ke China, Begini Kata Luhut
Larangan Ekspor Batu...
Larangan Ekspor Batu Bara Dicabut, Simak Penjelasan Lengkap Luhut
Belum Ketok Palu, Rakor...
Belum Ketok Palu, Rakor Larangan Ekspor Batu Bara Dilanjut Malam Ini
Berita Terkini
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
2 jam yang lalu
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
3 jam yang lalu
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
4 jam yang lalu
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
6 jam yang lalu
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
6 jam yang lalu
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
7 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved