Anabatic Technologies Incar Pendapatan Rp6,1 Triliun

Jum'at, 29 November 2019 - 10:54 WIB
Anabatic Technologies...
Anabatic Technologies Incar Pendapatan Rp6,1 Triliun
A A A
JAKARTA - PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC), perusahaan solusi teknologi dan informasi (TI), optimistis pendapatan hingga akhir tahun ini bisa mencapai Rp6,1 triliun, atau naik 12,9% dibandingkan realisasi 2018 sebesar Rp5,4 triliun. Hal ini ditopang oleh tiga lini bisnis utama Anabatic.

Presiden Direktur Anabatic Technologies Harry Surjanto Hambali mengatakan, pendapatan perseroan dikontribusikan tiga lini bisnis utama, yaitu Mission Critical Digital Solution (MCDS) yang menyediakan solusi TI dengan target market industri perbankan, asuransi, dan pemerintah. Lini bisnis kedua Digitally Enriched Outsourcing Service (DEOS) menyediakan layanan outsourcing proses bisnis terintegrasi yakni layanan sumber daya manusia (SDM), proses bisnis, dan pemasaran digital.

Ketiga adalah Cloud & Digital Platform Partner (CDPP) yang menyediakan solusi infrastruktur TI high-end, keamanan siber & konsultasi TI, Implementasi perangkat lunak, serta layanan migrasi data. “Kami yakin bisa meraih pendapatan Rp6,1 triliun dengan laba bersih sekitar Rp86 miliar,” kata Harry dalam paparan publik perseroan di Jakarta kemarin.

Direktur Anabatic Technologies Adriansyah menambahkan, hingga November 2019 realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan mencapai Rp150 miliar. Angka ini kemungkinan besar tidak berubah hingga Desember 2019. Dari alokasi capex, sebesar Rp60 miliar untuk pengembangan bisnis, Rp40 miliar untuk fix asset dan sebesar Rp50 miliar untuk akuisisi perusahaan financial technologies (fintech). Sepanjang 2019 Anabatic sudah melakukan akuisisi tiga perusahaan fintech dan mendirikan satu perusahaan sendiri. Sementara sumber pendanaan capex mayoritas dari kas internal dan convertible bond dengan porsi lebih dari 70%, sementara sisanya dari pinjaman bank.

Adriansyah mengungkapkan, fintech di Indonesia memiliki potensi yang luar biasa besar sehingga Anabatic juga turut melakukan pengembangan bisnis ini dengan meluncurkan IKI yang merupakan brand layanan dari anak perusahaan Anabatic. Saat ini IKI telah memiliki layanan PPOB (Payment Point Online Banking),pengiriman uang (remitansi), dan peer to peer lending untuk UMKM.

Saat ini IKI telah memiliki lebih dari 150K partner/agen di seluruh Indonesia. (Heru Febrianto)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Laba Anabatic Technologies...
Laba Anabatic Technologies Naik 138% Capai Rp342,5 M di 2023
Rambah Dunia TI, Ignasius...
Rambah Dunia TI, Ignasius Jonan Jadi Komut Anabatic Technologies
BI FAST Beri Dampak...
BI FAST Beri Dampak Positif ke Pertumbuhan Ekonomi Digital
Laba Bersih Tumbuh 13,2%,...
Laba Bersih Tumbuh 13,2%, Anabatic Technologies Perkuat Strategi Solusi dan Layanan Teknologi
Perbankan Dituntut Gunakan...
Perbankan Dituntut Gunakan Teknologi Berbasis Kecerdasan Buatan
Gelar RUPST, Anabatic...
Gelar RUPST, Anabatic Tunjuk Irfan Setiaputra jadi Presiden Komisaris Baru
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
2 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
2 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
4 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved