Awal Pekan, Rupiah Diprediksi Menguat
Senin, 02 Desember 2019 - 09:05 WIB
Awal Pekan, Rupiah Diprediksi Menguat
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini diperkirakan menguat. Penguatan rupiah didorong oleh data inflasi yang akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik.
Adapun data rilis inflasi November dengan konsensus 3,06% untuk year on year mungkin bisa membuat rupiah positif.
"Data inflasi ini bisa positif untuk rupiah karena masih berada di kisaran 3%. Potensi rupiah terhadap dolar AS hari ini Rp14.050-Rp14.150 per USD," ujar Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Senin (2/12/2019).
Namun, kata Ariston, ketidakpastian hasil negosiasi dagang bisa membuat rupiah tertahan, begitu juga dengan mata uang negara-negara berkembang.
"Menantikan prospek kesepakatan dagang AS dan China. Kekhawatiran masih membayangi prospek tersebut karena AS merilis undang-undang yang mendukung Hong Kong. Ini akan memberikan tekanan ke rupiah," jelasnya.
Adapun data rilis inflasi November dengan konsensus 3,06% untuk year on year mungkin bisa membuat rupiah positif.
"Data inflasi ini bisa positif untuk rupiah karena masih berada di kisaran 3%. Potensi rupiah terhadap dolar AS hari ini Rp14.050-Rp14.150 per USD," ujar Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Senin (2/12/2019).
Namun, kata Ariston, ketidakpastian hasil negosiasi dagang bisa membuat rupiah tertahan, begitu juga dengan mata uang negara-negara berkembang.
"Menantikan prospek kesepakatan dagang AS dan China. Kekhawatiran masih membayangi prospek tersebut karena AS merilis undang-undang yang mendukung Hong Kong. Ini akan memberikan tekanan ke rupiah," jelasnya.
(ven)