Pengelolaan BMN PKP2B Hasilkan PNBP Rp38,139 Miliar dalam 3 Tahun Terakhir

Jum'at, 06 Desember 2019 - 17:27 WIB
Pengelolaan BMN PKP2B...
Pengelolaan BMN PKP2B Hasilkan PNBP Rp38,139 Miliar dalam 3 Tahun Terakhir
A A A
JAKARTA - Aset Negara/Barang Milik Negara (BMN) yang berasal dari Perjanjian Kerjasama/Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) diperoleh dari aset yang dibeli oleh kontraktor. Nilai total dari keseluruhan BMN PKP2B pada Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2018 (audited) tercatat sebesar Rp37,612 triliun yang tersebar di tujuh perusahaan PKP2B.

"Saat ini, pengelolaan BMN PKP2B dilakukan melalui beberapa mekanisme yaitu mekanisme pemanfaatan meliputi sewa dan pinjam pakai, mekanisme pemindahtanganan meliputi penjualan melalui lelang, tukar menukar dan hibah, mekanisme pemusnahan, serta mekanisme penghapusan," terang Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain Dodi Iskandar di Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Adapun kontribusi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dalam pengelolaan BMN PKP2B pada penerimaan negara berupa PNBP sebesar Rp38,139 miliar selama tiga tahun terakhir dengan rincian Rp586,69 juta di tahun 2017, Rp26,59 miliar di tahun 2018, dan Rp10,95 miliar di tahun 2019.

"Pengelolaan BMN PKB2B merupakan sinergi antara Kementerian Keuangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta kontraktor PKP2B Generasi I," ungkapnya.

Dia menyebutkan kontraktor tersebut terdiri dari PT Tanito Harum, PT Arutmin Indonesia, PT BHP Kendilo Coal Indonesia, PT Kaltim Prima Coal, PT Adaro Indonesia, PT Kideco Jaya Agung, dan PT Berau Coral.

BMN yang berasal dari PKP2B Generasi I adalah seluruh barang dan peralatan yang diperoleh kontraktor dalam rangka kegiatan perusahaan pertambangan batubara generasi I. BMN tersebut berasal dari perolehan lainnya yang sah sebagai pelaksanaan dari suatu perjanjian atau kontrak.

"Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 67/PMK.06/2012 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara yang berasal dari PKP2B," terang Dodi.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Total Aset Negara Sudah...
Total Aset Negara Sudah Tembus Rp11 Ribu Triliun
Proyek Kereta Cepat...
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dikasih Diskon Sewa Tanah Negara 85%
Infrastruktur Rusak...
Infrastruktur Rusak Digoyang Gempa, DJKN: Betapa Pentingnya Asuransi Ketika Begini
Aset Negara yang Disita...
Aset Negara yang Disita dari Trah Cendana Bakal Dikelola Pemerintah
Amankan Aset Negara,...
Amankan Aset Negara, 32.636 Bidang Tanah Jadi Target Sertifikasi
Sertifikasi Tanah Milik...
Sertifikasi Tanah Milik Negara Tembus Target di 2021, Total Ada 27.109 Bidang Tanah
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
27 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
29 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved