Luhut Tanggapi Isu BUMN Ganjal Swasta Jual Avtur

Selasa, 10 Desember 2019 - 15:29 WIB
Luhut Tanggapi Isu BUMN...
Luhut Tanggapi Isu BUMN Ganjal Swasta Jual Avtur
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menegaskan bahwa tidak ada upaya untuk menghambat masuknya perusahaan swasta dalam mata rantai penjualan avtur di dalam negeri. Hal ini turut membantah keluhan dari pelaku usaha terkait lambatnya kedatangan pemain baru dalam bisnis bahan bakar pesawat tersebut.

"Tidak betul," tegas Luhut di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Saat ini, avtur di Indonesia hanya didistribusikan oleh PT Pertamina (Persero). Sejak isu perusahaan swasta bisa masuk menjadi penyalur avtur pada awal tahun 2018 lalu, ada dua perusahaan yang bersedia yakni PT AKR Corporindo Tbk dan British Petroleum. Namun hingga kini belum juga terealisasikan.

Menurut Luhut, pemerintah tengah mengevaluasi distribusi penjualan avtur oleh pihak swasta karena ada permintaan untuk memperluas wilayah distribusinya, termasuk menjual avtur hingga ke wilayah Indonesia Timur. "Seperti sekarang AKR baru tiga tempat, jadinya enggak fair dong. Jadi kami mau evaluasi, harus bisa sampai ke Indonesia Timur," tuturnya.

Pemain baru dalam bisnis penjualan avtur memang ditujukan untuk menghilangkan potensi monopoli harga oleh Pertamina yang menjadi pemain tunggal saat ini. Perusahaan minyak pelat merah tersebut disebut-sebut membuat harga avtur dalam negeri tidak kompetitif.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan pada Jumat (6/12) di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian bahwa bahwa ada BUMN yang mengganjal perusahaan swasta untuk bisa menjual avtur di Indonesia.

Dia menjelaskan, monopoli penjualan membuat harga avtur tidak kompetitif. Hal ini kemudian berimbas pada tingginya biaya operasional maskapai penerbangan di Indonesia, dan ujung-ujungnya membuat tarif tiket pesawat menjadi mahal. "Tarif penerbangan yang mahal itu sangat berimbas pada sektor pariwisata domestik, membuat masyarakat lebih memilih untuk mengurangi perjalanan," ujar Hariyadi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Profil Rizal Ramli,...
Profil Rizal Ramli, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Tinggal Tapi Engga Bayar,...
Tinggal Tapi Engga Bayar, Luhut Pelototi Kapal-kapal Asing yang Masuk ke Labuan Bajo
Luhut Paparkan Kondisi...
Luhut Paparkan Kondisi Ekonomi dan Iklim Investasi RI di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
20 menit yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
39 menit yang lalu
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
1 jam yang lalu
Dirut Himbara Dikumpulin...
Dirut Himbara Dikumpulin Dasco Bersama Mensesneg, Bahas Apa?
2 jam yang lalu
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
2 jam yang lalu
555 Angkatan Pertama...
555 Angkatan Pertama PNS Otorita IKN Resmi Dilantik, Basuki: Bangun Ibu Kota Nusantara Tak Gampang
3 jam yang lalu
Infografis
MK Putuskan SD-SMP Negeri...
MK Putuskan SD-SMP Negeri dan Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved