Wall Street Terpeleset di Tengah Deadline Babak Baru Perang Tarif AS-China

Rabu, 11 Desember 2019 - 08:14 WIB
Wall Street Terpeleset...
Wall Street Terpeleset di Tengah Deadline Babak Baru Perang Tarif AS-China
A A A
NEW YORK - Wall Street berakhir sedikit lebih rendah pada perdagangan, Selasa waktu setempat meski masih berada dalam jalur rekor tertinggi. Investor masih menungggu kepastian soal babak baru perang tarif Amerika Serikat (AS) terhadap produk China yang akan berlaku pada 15 Desember 2019, mendatang untuk menjadi antiklimaks ketika dua ekonomi terbesar dunia itu tengah berupaya menjalin negosiasi dagang.

Saham berjangka mendapat dorongan dalam perdagangan premarket ketika Wall Street Journal mengatakan para negosiator perdagangan AS dan China sedang meletakkan dasar untuk menunda penerapan tarif. Akan tetapi penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan, sejauh ini belum ada keputusan yang telah dibuat antara Washington dan Beijing.

Sebuah penundaan dinilai bakal membantu membuka jalan bagi transaksi awal perdagangan AS-China, dimana optimisme ymtelah membantu pasar sejauh ini. "Saya tidak berpikir bahwa pasar akan menjadi sangat nyaman sampai ada titik temu yang mengatakan tidak ada tarif baru pada tanggal 15 Desember," ujar Nela Richardson, strategi investasi di Edward Jones.

Dow Jones Industrial Average terpantau turun 27,88 poin atau 0,1% menjadi 27.881,72 saat indeks S&P 500 kehilangan 3,44 poin yang setara dengan 0,11% untuk bertengger di level 3.132,52. Sedangkan komposit Nasdaq jatuh mencapai sebesar 5,64 poin atau 0,07% di posisi 8.616,18.

Terpantau indeks S&P telah naik sekitar 25% sepanjang tahun 2019, didorong oleh tiga kali pemotongan suku bunga acuan oleh US Federal Reserve alias The Fed dan beberapa kinerja positif perusahaan. Bersamaan dengan hal itu sentimen investor meningkat pada sektor perdagangan. Pertemuan Fed pada tengah pekan ini masih menjadi perhatian pelaku pasar dengan harapan dapat menjaga suku bunga tetap stabil.

Fokus investor juga tertuju pada pertemuan bank sentral Eropa pada hari Kamis dan data inflasi AS setelahnya. "Saya pikir pasar bakal sangat ketat sampai kita mendapatkan pengumuman tersebut," kata Paul Nolte, manajer portofolio di Kingsview Investment Management di Chicago.

Sementara perkembangan terkait perdagangan lainnya, Kanada, Meksiko dan Amerika Serikat sepakat untuk melakukan perombakan pada perjanjian perdagangan regional mereka yang berusia seperempat abad. Kabar baik tersebut sebagian besar mengangkat beberapa saham. Namun mayoritas sektor di indeks S&P 500 berakhir lebih rendah pada hari Selasa, dengan real estate dan materials jatuh paling dalam.

Saham Boeing Co (BA. N) tercatat sedikit menyusut 0,9% sedangkan saham Netflix Inc (NFLX. O) jatuh 3,1% setelah analis Needham menurunkan rating pada saham dan mengatakan persaingan dapat menyebabkan hilangnya 4.000.000 premi pelanggan AS tahun depan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
8 menit yang lalu
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
18 menit yang lalu
Jaga Distribusi Energi,...
Jaga Distribusi Energi, Elnusa Petrofin Beri Apresiasi Awak Mobil Tangki
21 menit yang lalu
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
30 menit yang lalu
Cicil Emas BSI Makin...
Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi
1 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved