Menkop UKM: Impor Cangkul Simbol Ketertinggalan

Rabu, 11 Desember 2019 - 20:41 WIB
Menkop UKM: Impor Cangkul...
Menkop UKM: Impor Cangkul Simbol Ketertinggalan
A A A
JAKARTA - Isu impor cangkul yang belakangan ini ramai dibicarakan ikut menyita perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kepala Negara memerintahkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki untuk mencarikan solusinya bersama para pemangku kepentingan terkait agar kebutuhan cangkul dalam negeri bisa terpenuhi.

"Jadi saya bisa pahami kenapa Presiden bisa mengangkat isu cangkul ini sehingga minta saya untuk mengusut,” kata Teten di kantornya, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Dalam kesempatan itu, Teten mengundang sejumlah perwakilan pemangku kepentingan untuk melakukan pertemuan bersama di kantornya. Turut hadir dalam pertemuan itu perwakilan dari Kementerian Perindustrian, perwakilan bank, LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, dan LPDB-KUMKM.

"Kalau dari segi logika ekonomi tidak apa-apa kita impor cangkul mungkin lebih efisien ketimbang bikin sendiri lalu bahan bakunya kita impor. Tapi ini soal simbol, kita sudah masuk era revolusi industri 4.0 cangkul saja kita belum bikin," tegasnya.

Secara prinsip Teten tidak setuju adanya kebijakan impor cangkul. Ia menyebut kebijakan impor sebagai simbol ketertinggalan. Karena itu, Teten meminta untuk dilakukan pemetaan kebutuhan cangkul baik dari swasta, maupun pemerintah termasuk melakukan pemetaan terhadap kemampuan produksi.

"Ini kan era industri 4.0 ketika dari pertanian berubah ke perdagangan dan industri itu kan alat-alat pertanian yang harus kita bikin sendiri. Nah ini simbol ketertinggalan," ujar Teten.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria br. Simanungkalit mengatakan saat ini kebutuhan cangkul di dalam negeri sebanyak 10 juta cangkul, sementara kemampuan produksi dalam negeri mencapai 3 juta cangkul dimana 2,5 juta di antaranya diproduksi usaha besar, dan 500.000 diproduksi UMKM.

"Data impor cangkul sendiri hanya sebesar 200.000 cangkul. Menjadi pertanyaan darimana yang 6,8 juta itu, ada kemungkinan masuk dari jalur tikus (tidak resmi)," tegasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Luncurkan Cangkul Merah...
Luncurkan Cangkul Merah Putih SNI, Teten: Kualitas Bisa Diadu dengan Produk Impor
Pemerintah Godok Regulasi...
Pemerintah Godok Regulasi Larangan Impor Pakaian Bekas
Blak-Blakan! Menteri...
Blak-Blakan! Menteri Teten Masduki Bicara Soal Larangan Impor Pakaian Bekas
Menteri Teten: Jangan...
Menteri Teten: Jangan Lagi Impor Alat Kesehatan dan Pertanian!
Pemerintah Buka Hotline...
Pemerintah Buka Hotline Pengaduan bagi UMKM Terdampak Larangan Impor Baju Bekas Ilegal, Catat Nomornya!
Pemerintah Blokir Aktivitas...
Pemerintah Blokir Aktivitas Penjualan Online Baju Bekas Impor
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
1 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
1 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
1 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
1 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
2 jam yang lalu
Infografis
3 Efek Tarif Impor Donald...
3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved