Sri Mulyani Ungkap Lima Tantangan dalam Perekonomian Syariah

Jum'at, 13 Desember 2019 - 10:51 WIB
Sri Mulyani Ungkap Lima...
Sri Mulyani Ungkap Lima Tantangan dalam Perekonomian Syariah
A A A
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, ada lima isu struktural yang harus diatasi oleh perekonomian syariah. Hal itu untuk dapat menentukan program kerja Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI).

“Tantangan ekonomi Islam identik dengan pembanguan ekonomi Indonesia karena mayoritas masyarakatnya beragama Islam. Hal itu berarti kita harus mampu menciptakan perbaikan seluruh Indonesia,” ujar Menkeu Sri Mulyani di Ditjen Pajak Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Lebih lanjut mantan Direktur Bank Dunia itu menjabarkan, kelima isu tersebut di antaranya, pertama Sumber Daya Manusia (SDM). Para profesional ekonomi syariah harus mempunyai akhlak yang baik, jujur memiliki integritas dan keberpihakan pada kelompok yang lemah.

“Kita memahami tujuan ekonomi Islam membangun prinsip-prinsip keadilan melalui tata kelola yang baik dimana kejujuran integritas, kompetensi disertai keberpihakan kelompok yang lemah ciri utama ekonomi Islam,” tuturnya.

Selanjutnya, ekonomi syariah harus didukung oleh Infrastuktur yang memadai. Menurutnya, ekonomi digital dapat memperkuat implementasi pengembangan ekonomi syariah dengan perubahan nilai secara secara efektif.

Lalu, regulasi yang dibuat sederhana ditambah serta birokrasi efisien yang melayani masyarakat. Sebab, IAEI perlu terus melakukan pergerakan dan mengembangkan aspek tata kelola dan profesional. Terakhir, transformasi ekonomi dalam prinsip syariah perlu dikembangkan integrasi dan kompetensi harus bersifat harmonis sesuai program pemerintah.

Sri Mulyani mengungkapkan, kepengurusan IAEI untuk periode 2019 hingga 2023 terdiri dari 59 anggota dewan penasihat, 29 dewan pertimbangan, 232 badan pengurus harian dan, 6 koordinator wilayah. Ditekankan juga olehnya, kepedulian terhadap ekonomi Islam harus ditularkan pada seluruh stakeholder sehingga dapat memberikan sumbangsih keislaman dan kebangsaan. “Kelima (isu) itu menjadi bagian dari isu seluruh IAEI pikirkan dalam menentukan proker empat tahun ke depan,” tutupnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
HD Buka Webinar Ekonomi...
HD Buka Webinar Ekonomi Syariah DPW IAEI Sumsel
SGIE, Spirit Akselerasi...
SGIE, Spirit Akselerasi Indonesia sebagai Kiblat Ekonomi Islam Dunia?
Ekonomi Syariah Masih...
Ekonomi Syariah Masih Lamban
ISEF, Lebarannya Pegiat...
ISEF, Lebarannya Pegiat Ekonomi dan Keuangan Syariah
Bung Karno dan Ekonomi...
Bung Karno dan Ekonomi Syariah
Sri Mulyani Menaruh...
Sri Mulyani Menaruh Harapan kepada Ahli Ekonomi Islam
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
6 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
7 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
7 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
7 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
8 jam yang lalu
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved