AS dan China Makin Dekat Capai Kesepakatan Hantar Wall Street Cetak Rekor

Jum'at, 13 Desember 2019 - 08:08 WIB
AS dan China Makin Dekat...
AS dan China Makin Dekat Capai Kesepakatan Hantar Wall Street Cetak Rekor
A A A
NEW YORK - Wall Street mencetak rekor tertinggi pada perdagangan, Kamis waktu setempat ketika Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah mencapai kesepakatan secara prinsipal dengan China untuk menghentikan perang dagang yang mengguncang pasar selama hampir dua tahun. Dorongan terhadap pergerakan saham dari kicauan Presiden Donald Trump lewat media Twitter yang menuliskan, bahwa AS semakin dekat capai kesepakatan dagang dengan China.

Pernyataan ini mencuat menjelang putaran baru perang tarif, dimana AS dijadwalkan bakal kembali memberlakukan bea impor terhadap produk asal China pada 15 Desember, mendatang. Perhatian para pelaku pasar pekan ini telah tertuju kepada babak baru perang tarif, dengan harapan dua ekonomi terbesar dunia tersebut bisa membuat kemajuan pada kesepakatan dagang yang sering disebut sebagai phase awal.

Dow Jones Industrial Average menjelang akhir pekan menanjak naik sebesar 220,75 poin atau 0,79% menjadi 28.132,05 saat indeks S&P 500 juga memperoleh tambahan mencapai 26,94 poin yang setara 0,86% di posisi 3.168,57. Peningkatan juga terjadi pada Komposit Nasdaq lewat peningkatan 63,27 poin atau 0,73% ke level 8.717,32.

Tiga indeks semuanya menyentuh catatan Intraday, sementara S&P 500 dan NASDAQ diposting mencapai rekor penutupan tertinggi. Investor mengungkapkan beberapa kewaspadaan yang terlalu banyak telah melunturkab keyakinan terkait perkembangan perdagangan mengingat pasang surutnya negosiasi AS-China hingga membuat perang dagang menjadi berkepanjangan.

Indeks S&P tercatat sepanjang 2019 sudah mendapatkan dorongan hingga 26% yang ditopang oleh pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve AS sebanyak tiga kali tahun ini. Ditambah sentimen positif dari laporan keuntungan perusahaan yang lebih baik daripada yang diharapkan bersama dengan optimisme atas hubungan perdagangan AS dan China.

Sebelumnya The Fed memutuskan menahan suku bunga dalam pertemuan kebijakan terakhir, dengan memberikan sinyal bahwa bunga pinjaman tidak akan berubah dalam waktu dekat. Hal serupa juga diambil oleh bank sentral Eropa yang menetapkan suku bunga tetap.

Di antara sektor utama S&P 500, sektor keuangan dan energi memperoleh tambahan paling banyak. Sementara real estat serta utilitas cenderung defensif. Dalam berita perusahaan, saham Facebook Inc (FB. O) jatuh 2,7% sedangkan saham Delta Air Lines Inc (DAL. N) naik 2,9% ketika perusahaan memproyeksi kenaikan laba dan pendapatan secara tahunan di 2020. Volume perdagangan bursa saham AS sedikit berubah yakni 8,0 miliar saham berpindah atau jauh di atas rata-rata harian 6,7 miliar saham dalam 20 sesi terakhir.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
1 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
2 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
2 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
2 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved