AP II Tawarkan Kemitraan Strategis di Bandara Kualanamu

Sabtu, 14 Desember 2019 - 15:01 WIB
AP II Tawarkan Kemitraan...
AP II Tawarkan Kemitraan Strategis di Bandara Kualanamu
A A A
JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) semakin mematangkan rencana percepatan pengembangan Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, melalui skema kemitraan strategis (strategic partnership).

Melalui skema tersebut, nantinya PT Angkasa Pura II dan mitra investor strategis akan bergabung di dalam joint venture company (JVCo) yakni PT Angkasa Pura Aviasi untuk mengelola dan mengembangkan Bandara Kualanamu.

Direktur Transformasi dan Portfolio Strategis PT Angkasa Pura II Armand Hermawan mengatakan, selanjutnya PT Angkasa Pura II akan menerbitkan dokumen Request for Proposal (RfP) kepada korporasi-korporasi yang berminat itu.

"Dokumen RfP akan diterbitkan kepada calon investor pada akhir Januari 2020. Di dalam RfP tersebut terdapat struktur transaksi kerja sama yang akan dijalankan oleh PT Angkasa Pura II dan mitra strategis," ujar Armand Hermawan di Jakarta, Sabtu (14/12/2019).

Dia melanjutkan, struktur transaksi kerja sama tersebut tentunya dengan selalu mengacu kepada regulasi, aspirasi pemerintah selaku pemegang saham. Serta perkembangan di industri transportasi udara nasional. Nantinya, seluruh proses pemilihan mitra investor strategis ini ditargetkan tuntas pada pertengahan tahun dan pada Juli 2020 diharapkan sudah dilakukan penandatanganan kerja sama.

"Yang jelas mitra investor strategis harus memilki kemampuan dan pengalaman global di sektor kebandarudaraan, termasuk aspek operasional dan bisnis, mampu menaikkan traffic penumpang dan penerbangan, serta secara finansial bisa memberikaan pendanaan dalam jangka waktu panjang," paparnya.

Saat ini kapasitas terminal penumpang di Kualanamu adalah 8 juta penumpang per tahun, di mana perkembangan selanjutnya, kapasitas terminal penumpang ditargetkan akan dapat menampung pergerakan penumpang mencapai 17 juta penumpang di tahun 2024.

Melalui kemitraan strategis, pengembangan Kualanamu diharapkan dapat dipercepat sehingga mampu mengakomodir pertumbuhan industri. Adapun dengan kemitraan strategis tersebut, Kawasan Bandara Internasional Kualanamu akan dikembangkan menjadi Aerocity, serta hub untuk penumpang dan kargo di wilayah Barat Indonesia, dengan nilai investasi indikatif senilai USD500 juta (sekitar Rp6 triliun).

Nantinya, terminal penumpang pesawat di Kualanamu juga dikembangkan hingga berkapasitas 22 juta penumpang per tahun di tahun 2030. Area pergudangan kargo juga diperluas dari 13.000 meter persegi menjadi 27.318 meter persegi.

Sebagai informasi, pengembangan Bandara Internasional Kualanamu difokuskan pada peningkatan konektivitas internasional khususnya di kawasan ASEAN, Asia Selatan, Cina dan Timur Tengah, selain tentunya juga memperkuat konektivitas domestik.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
AP II Cari Mitra Baru...
AP II Cari Mitra Baru untuk Bandara Kualanamu
Keluarga Korban Jatuh...
Keluarga Korban Jatuh di Lift Bandara Kualanamu Laporkan 6 Perusahaan ke Bareskrim
Perusahaan Asal India...
Perusahaan Asal India Resmi Kelola Bandara Kualanamu hingga 25 Tahun
Gandeng GMR Airports,...
Gandeng GMR Airports, Beban Pengelolaan Bandara Kualanamu Bisa Dibagi
Gandeng Konsorsium Bandara...
Gandeng Konsorsium Bandara Global, Erick Thohir Berharap Kualanamu Saingi Changi
Gandeng GMR, Bandara...
Gandeng GMR, Bandara Kualanamu Dinilai Bisa Menyaingi Changi
Berita Terkini
Purbaya Cerita Momen...
Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
44 menit yang lalu
Tokenisasi ETF Buka...
Tokenisasi ETF Buka Akses Lebih Mudah Investasi S&P 500 dan Nasdaq
1 jam yang lalu
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Seluruh SPBU Jual B50 Mulai Oktober 2026
1 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Meredup,...
Kilau Emas Antam Meredup, Hari Ini Turun Lagi Rp20.000 per Gram
1 jam yang lalu
TikTok Tingkatkan Transparansi...
TikTok Tingkatkan Transparansi AI, Alokasikan USD4 Juta untuk Program Edukasi
2 jam yang lalu
Dibuka Menguat 0,33%,...
Dibuka Menguat 0,33%, IHSG Berbalik Melemah di Menit Pertama
2 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved