Perusahaan Asal India Resmi Kelola Bandara Kualanamu hingga 25 Tahun

Rabu, 24 November 2021 - 08:42 WIB
Perusahaan Asal India Resmi Kelola Bandara Kualanamu hingga 25 Tahun
Awarding Ceremony Strategic Partnership Kualanamu International Airport di kantor Kementerian BUMN Jakarta pada 23 November 2021. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Perusahaan asal India GMR Airport International terpilih sebagai mitra strategis pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu , Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut). Perusahaan bermarkas di kota New Delhi itu memenangkan tender dengan masa pengelolaan 25 tahun.

Awarding Ceremony Strategic Partnership Kualanamu International Airport telah dilaksanakan di kantor Kementerian BUMN Jakarta pada 23 November 2021 lalu yang dihadiri Wamen BUMN II Kartika Wiroatmodjo, Direktur PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero), para Direktur dan Komisaris PT Angkasa Pura II (Persero) serta Presiden Direktur GMR Indonesia.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II atau AP II Muhammad Awaludin mengatakan, lewat skema kemitraan strategis PT Angkasa Pura II (Persero) dan Perusahaan GMR Airport International akan tergabung di dalam Joint Venture Company (JVCo) dengan kepemilikan saham 51% AP II dan GMR 49%. "Ke depan pengelolaan dan pengembangan Bandara Internasional Kualanamu akan diserahkan kepada PT Angkasa Pura Aviasi," ujarnya, dikutip Rabu (24/11/2021).

Baca juga: 360 Sekuriti Bandara Ngurah Rai Terancam Diputus Kontrak Gegara Tato dan Tindik



Kemitraan Strategis Bandara Internasional Kualanamu dijalankan dengan skema kemitraan dengan jangka waktu pengelolaan dan pengembangan bandara tersebut selama 25 tahun dengan nilai kerjasama sekitar USD6 miliar. Termasuk investasi dari mitra strategis sedikitnya senilai Rp15 triliun.

"Tujuan utama dari kemitraan strategis ini adalah kita menyebutnya dengan 3E yaitu Expansion the traffic, Expertise Sharing dan Equity Partnership. Kita punya mimpi ke depan untuk mentransform Bandara Internasional Kualanamu menjadi regional hub dengan peningkatan aktifitas penerbangan Internasional," bebernya.

Muhammad Awaluddin menjelaskan kemitraan strategis ini sangat menguntungkan. karena mitra strategis akan mendukung adanya penambahan aset di Bandara Internasional Kualanamu dengan pengembangan bandara menjadi kapasitas 17 juta penumpang pada Tahap 1, kapasitas 30 Juta penumpang Tahap 2 serta Kapasitas 42 juta penumpang Tahap 3 dan nantinya semua aset baru hasil pengembangan setelah 25 tahun akan diserahkan ke PT Angkasa Pura II (Persero).

"Bandara Internasional Kualanamu memiliki posisi sangat strategis sehingga sangat memungkinkan untuk menjadi hub di Asia Tenggara," terangnya.

Baca juga: 37 Tahun AP II, Mulai dari Bandara Soetta Sampai Kelola 20 Bandara di Indonesia
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1250 seconds (10.101#12.26)