Indonesia-Korsel Perkuat Kerja Sama di Sektor Manufaktur

Sabtu, 14 Desember 2019 - 19:01 WIB
Indonesia-Korsel Perkuat...
Indonesia-Korsel Perkuat Kerja Sama di Sektor Manufaktur
A A A
JAKARTA - Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) semakin menguatkan kerja sama di sektor manufaktur, terutama dalam kesiapan implementasi industri 4.0. Hal ini diwujudkan melalui sinergi antara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan Dewan Riset Nasional (National Research Council/NRC) Korsel.

"Jadi, kami telah membicarakan mengenai pelaksanaan program kerja sama mulai tahun 2020 nanti. Mereka akan membantu Indonesia senilai USD50 juta untuk penerapan industri 4.0," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/12/2019)).

Kolaborasi kedua belah pihak ini akan berlangsung dalam lima tahun untuk meningkatkan kemampuan di lima sektor industri manufaktur yang menjadi prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0. Kelima sektor tersebut, yakni industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri automotif, industri kimia, serta industri elektronik.

"Tujuan dilaksanakannya The 1st Sub-Joint Committee Meeting di Bali ini adalah untuk mengingatkan kembali bahwa inisiatif kerja sama yang telah dituangkan di dalam MoU antara Kemenperin dan NRC dapat mulai dijalankan dengan membicarakan konsep kerja sama, pendekatan dan proyek-proyek yang dapat dilakukan tahun depan," paparnya.

Sebelumnya, Kemenperin dan NRC telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama tersebut pada 10 September 2018. Untuk mengimplementasikan isi MoU-nya, kedua belah pihak sepakat menandatangani Technical Framework untuk Working Level yang bertugas mengidentifikasi serta menentukan program prioritas kerja sama.

"Misalnya, kerja sama tentang joint research, policy support to specific entities, pertukaran staf atau tenaga ahli, memperluas networking di kalangan expert dan profesional, serta capacity building untuk pemerintah dan dunia usaha," sebutnya.

Harjanto menyebutkan, hasil dan tindak lanjut dalam pertemuan ini menghasilkan beberapa kegiatan prospektif yang akan dilaksanakan antara Kemenperin dan NRC di tahun 2020, di antaranya melakukan joint research terkait lima sektor industri prioritas pada Making Indonesia 4.0.

"Namun demikian, dalam joint research tersebut juga masih memungkinkan untuk membahas topik lainnya, antara lain restruksturisasi Global Value Chain (GVC), National Digital Infrastructure Development, dan Smart City," tuturnya.

Kemudian, kedua belah pihak akan melaksanakan Capacity Building Program dan The 2nd Sub-Joint Committee pada Februari 2020. "Kami juga akan menyelenggarakan Seminar Internasional dengan diikuti oleh pemerintah, pelaku usaha, dan peneliti untuk menarik minat publik terhadap kerja sama antara Indonesia dan Korea terkait industri 4.0," tuturnya.

Sementara itu, Sekjen NRC Hong Keun Gil mengatakan, Indonesia memiliki potensi pengembangan sektor industri lantaran memiliki pasar yang besar dengan jumlah penduduk mencapai 260 juta jiwa. Gil menilai, pemerintah Indonesia telah mempunyai komitmen dan kebijakan yang jelas terkait implememtasi revolusi industri 4.0, yang dibuktikan lewat peluncuran peta jalan Making Indonesia 4.0.

"Selanjutnya adalah mengenai kesadaran masyarakat. Itu penting. Untuk membuat mereka siap dan menerima perubahan," ujarnya. Menurut Gil, hal utama yang dibicarakan pihaknya dengan Kemenperin, tidak hanya saling berbagi pengetahuan, tetapi juga berbagi tentang inovasi yang sudah dikembangkan.

"Kami mencoba membangunnya bersama. Kami ingin mendorong revolusi industri 4.0 ini dengan trasnformasi yang besar, dengan perubahan yang tak pernah kita hadapi sebelumnya. Terkait industri, kita akan lakukan kerja sama," terangnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia-Korea Kolaborasi...
Indonesia-Korea Kolaborasi Percepat Industri 4.0 di Sektor Manufaktur
Kinerja Manufaktur RI...
Kinerja Manufaktur RI Jatuh Paling Dalam di ASEAN, Menperin Racik Strategi
Kerja Sama RI-Jerman...
Kerja Sama RI-Jerman Ibarat Si Kembar Nakula-Sadewa
Industri Manufaktur...
Industri Manufaktur RI Lebih Unggul Dibandingkan Malaysia dan Korsel
Agus Gumiwang Optimis...
Agus Gumiwang Optimis Industri Manufaktur Bergeliat Pasca Pandemi
Momen Lebaran, Menperin...
Momen Lebaran, Menperin dan Pelaku Industri Tegaskan Komitmen Genjot Manufaktur
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
1 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
4 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
14 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
14 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
15 jam yang lalu
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved