PPIJ Ajak Pengusaha Jepang Berinvestasi di Indonesia

Senin, 16 Desember 2019 - 13:46 WIB
PPIJ Ajak Pengusaha...
PPIJ Ajak Pengusaha Jepang Berinvestasi di Indonesia
A A A
JAKARTA - Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ) mengajak Federasi Organisasi Ekonomi Jepang (Keidanren) untuk berinvestasi di Indonesia. Ketua Umum PPIJ Rachmat Gobel mengungkapkan, dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, Indonesia memerlukan dana yang besar.

"Indonesia tengah melakukan restorasi ekonomi dalam upaya mendorong transformasi dari negara berpenghasilan menengah (middle income) menuju negara berpenghasilan tinggi (high income) melalui visi Indonesia Emas 2045,"tegas Rachmat dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, kemarin.

Transformasi itu, kata dia, membuka berbagai peluang usaha dan investasi dalam jumlah besar, yang merupakan prospek kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan bagi kedua negara. Dalam skenario yang dirancang oleh Bappenas, ada tiga tahapan untuk mewujudkan Visi Indonesia 2045 ini.

Tahap Pertama adalah penguatan struktur ekonomi yang direncanakan berlangsung sampai 2025. Kemudian Tahap Kedua yaitu percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi berlangsung 2026-2035, dan Tahap Ketiga yaitu modernisasi ekonomi berbasis kualitas dan berkelanjutan yang berlangsung 2036-2045.

Semua itu membutuhkan dana investasi besar. Sebagai gambaran, dalam skenario Bappenas pada tahap I atau penguatan struktur ekonomi sampai 2025 dibutuhkan investasi sedikitnya 34,1% PDB, kemudian pada tahap dua 2026-2035 dibutuhkan investasi 36,4% PDB dan Tahap tiga yaitu pada 2036-2045 dibutuhkan investasi sebesar 38,1% PDB.

“Kami berharap, sebagai salah satu mitra utama kerjasama ekonomi selama ini, dunia saha Jepang yang tergabung dalam Keidanren ikut berkontribusi dalam memanfaatkan peluang kerjasama bisnis yang akan semakin terbuka di Indonesia,” kata Rachmat yang juga Wakil Ketua DPR itu.

Wakil Ketua Federasi Organisasi Ekonomi Jepang (Keidanren) bidang Kebijakan dan Aksi Fumiya Kokubu, mengatakan meski ditengah situasi ekonomi global yang sulit, pengusaha Jepang tetap berkomitmen menanamkan investasinya di Indonesia. "Hubungan ekonomi Jepang - Indonesia harus semakin erat dan kuat, karena Indonesia adalah mitra ekonomi yang sangat strategis di wilayah Asia Tenggara,"katanya.

Wakil Ketua Keidanren yang juga Ketua Komite Ekonomi Jepang – Indonesia Ken Kobayashi mengatakan, kemajuan ekonomi yang telah dicapai oleh Indonesia harus dibarengi pola pikir yang berubah, khususnya bagi anak-anak muda yang ingin bekerja.

"Dunia telah berubah. Indonesia yang melimpah dengan sumber daya alam, harus lebih maju daripada Jepang yang tidak memiliki sumber daya alam seperti Indonesia. Mari kita garap bersama dan maju bersama," kata Kobayashi.

Dunia usaha Jepang merupakan investor kedua terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Jakarta Japan Club (JJC), dalam 10 tahun terakhir nilai investasi Jepang di Indonesia mencapai USD31 miliar atau sekitar Rp 450 triliun. Investasi ini telah membuka banyak lapangan kerja. Pada 2018 lalu, sekitar 7,2 juta angkatan kerja Indonesia yang bekerja di perusahaan Jepang, naik sekitar 53% dibandingkan 2015 sebesar 4,7 juta orang

Kontribusi perusahaan Jepang terhadap PDB Indonesia naik dari 6,1% pada 2015 menjadi 8,5% pada 2018 atau naik dari US$ 52,5 miliar menjadi USD85,9 miliar. Jepang juga tercatat sebagai negara kreditor terbesar pemerintah Indonesia dalam berbagai pembangunan infrastruktur. Pinjaman lunak yang diberi melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) sangat membantu Indonesia dalam membangun berbagai infrastruktur.

Indonesia mempunyai kekuatan yang mungkin tidak banyak dimiliki oleh negara lain yaitu sumber daya alam yang beragam, volume pasar dalam negeri yang besar yaitu ranking delapan dunia, serta bonus demografi berupa jumlah penduduk produktif yang tinggi. Kekuatan inilah yang antara lain menjadi daya dukung dan daya tarik perekonomian Indonesia.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pabrik Perusahaan Tiongkok...
Pabrik Perusahaan Tiongkok Pindah ke Asia Tenggara, RI Harus Permudah Regulasi Investasi
RI Kebanjiran Investasi...
RI Kebanjiran Investasi Asing Pasca WEF 2023
Pengusaha: Iklim Investasi...
Pengusaha: Iklim Investasi Indonesia Belum Semenarik Negara ASEAN Lain
Investasi Rp1.434 Triliun...
Investasi Rp1.434 Triliun Masuk ke RI di 9 Bulan Pertama 2025, Serap 1,9 Juta Tenaga Kerja
Demi Tarik Duit Asing,...
Demi Tarik Duit Asing, LPI Bakal Tinggalkan Cara Lawas
Pulihkan Ekonomi Saat...
Pulihkan Ekonomi Saat Pandemi, Pemerintah Berbenah Sambut Investor Baru
Berita Terkini
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
17 menit yang lalu
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
32 menit yang lalu
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
1 jam yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
1 jam yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
2 jam yang lalu
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
2 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved