Impor Buah Apel dan Jeruk Asal China Meningkat

Senin, 16 Desember 2019 - 20:45 WIB
Impor Buah Apel dan...
Impor Buah Apel dan Jeruk Asal China Meningkat
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat berdasarkan penggunaan barang, nilai impor konsumsi pada November 2019 naik cukup tinggi. Impor barang konsumsi mencapai sebesar USD1,67 miliar atau naik 16,13% dibanding bulan Oktober, dan 16,28% secara tahunan.

Kepala BPS Suhariyanto menerangkan, bahwa komoditas impor yang meningkat paling banyak pada November 2019 yakni berasal dari China terutama buah-buahan. "Barang konsumsi yang paling banyak diimpor yakni buah apel dan jeruk mandarin dari Tiongkok," ujar Suhariyanto di Jakarta, Senin (16/12/2019).

Berdasarkan data BPS, impor komoditas buah-buahan pada November 2019 bernilai USD134,4 juta. Nilai tersebut naik 48,84% dibanding bulan sebelumnya dan naik 109,35% jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

"Dengan adanya peningkatan impor tersebut, Suhariyanto menyebut defisit neraca dagang dengan Tiongkok pada bulan November meningkat. Adapun defisit neraca dagang dengan Tiongkok tercatat sebesar USD1.776 miliar, naik jika dibandingkan dengan keadaan bulan lalu yang defisit USD1.202 miliar," katanya.

Dia pun menambahkan defisit tersebut bisa terjadi dikarenakan total nilai impor nonmigas ke Tiongkok secara kumulatif yakni sebesar USD40.507 juta, sementara nilai ekspor nonmigasnya hanya USD23.537,9 juta. "Sehingga secara kumulatif Januari sampai November defisit neraca dagang kita ke Tiongkok sebesar USD16.969 miliar," jelasnya

Adapun secara kumulatif, peningkatan komoditas impor nonmigas terbesar tercatat pada komoditas perabotan dan alat penerangan yang naik 31,12% dibanding periode yang sama tahun lalu. Nilai impor komoditas tersebut pada periode ini yakni sebesar USF814,4 juta dari USF621,1 juta pada periode sama tahun lalu.

Kemudian disusul oleh komoditas mesin dan peralatan mekanis yang naik 10,72% dari USD8.742,1 juta menjadi senilai USD9.679,2 juta. Lalu, komoditas kendaraan dan bagiannya yang meningkat 7,14%d ari USD924,2 juita menjadi US$990,2 juta.

Selanjutnya, ada komoditas plastik dan barang dari plastik yang tumbuh 4,05%, filamen buatan 3,16%, buah-buahan 1,84%, besi dan baja 0,69%, dan barang dari besi dan baja 0,21%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aseibssindo Minta Pemerintah...
Aseibssindo Minta Pemerintah Tetapkan Kebijakan Relaksasi Impor Produk Buah dan Sayur
Persoalan Jatah Pengurusan...
Persoalan Jatah Pengurusan Impor Bukan Hal Baru, Terus Dikeluhkan Pengusaha
Indonesia Bakal Kedatangan...
Indonesia Bakal Kedatangan Impor Buah Strawberry dan Peach dari Korsel
Tangkis Banjir Buah...
Tangkis Banjir Buah Impor, Ini Taktik Pemerintah
Ini 5 Manfaat Makan...
Ini 5 Manfaat Makan Banyak Buah dan Sayuran Berwarna Hijau
Gubernur Sulsel: Melawan...
Gubernur Sulsel: Melawan Buah Impor, Harus Memperbaiki Kualitas Buah Lokal
Berita Terkini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
30 menit yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
1 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
2 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
3 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
4 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved