Defisit Neraca Dagang Diingatkan Jangan Jadi Hal Wajar Bagi Perekonomian

Selasa, 17 Desember 2019 - 21:47 WIB
Defisit Neraca Dagang...
Defisit Neraca Dagang Diingatkan Jangan Jadi Hal Wajar Bagi Perekonomian
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta serius dalam menyelesaikan defisit neraca perdagangan yang kembali terjadi pada bulan November 2019 dimana menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai USD1,33 miliar. Menanggapi hal ini, Anggota Komisi VI DPR RI Nasim Khan mengingatkan agar jangan sampai defisit neraca dagang menjadi sebuah kewajaran dalam perekonomian Indonesia.

“Pemerintah harus serius dalam mengelola perdagangan internasional kita, jangan sampai defisit ini menjadi hal yang wajar dalam perekonomian kita,” kata Nasim di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Sebagai informasi defisit dagang bulan November 2019, lantaran nilai impor masih lebih besar yakni USD15,34 miliar dibandingkan ekspor mencapai sebesar USD14,01 miliar. Kondisi ini menurut Nasim, berbanding terbalik dengan tiga tahun awal pemerintahan jokowi (2015-2017), yang berhasil mencetak skor positif dalam neraca perdagangan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun jengkel lantaran neraca perdagangan Indonesia selalu mengalami defisit.

Sebagai anggota komisi yang mengurusi tentang perdagangan, dia mengaku akan secara serius mengawal defisit neraca perdagangan ini. “Kita akan mendorong Komisi VI untuk membentuk Panja Impor agar dapat melihat secara komprehensif permasalahan neraca perdagangan kita,” ungkap Bang NK, sapaan akrab Nasim Khan.

Pasalnya, Bang NK melihat bahwa impor Indonesia merupakan barang-barang yang sifatnya konsumsi. Impor pada bulan November ini meningkat terutama pada jenis barang konsumsi yang mencapai 16,13% dibanding bulan sebelumnya dan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, impor konsumsi naik 16,28%.

“Sebisa mungkin impor kita harus benar-benar produktif. Dan misalkan bisa diproduksi di dalam negeri, kita harus memaksimalkan produk-produk dalam negeri kita,” kata Bang NK.

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jatim III ini menginginkan agar arahan Presiden Jokowi untuk mengatasi defisit neraca perdagangan ini benar-benar serius dilaksanakan dan bukan hanya sekedar wacana. Karena pada dasarnya, Indonesia mempunyai sumber daya manusia dan sumber daya alam yang kaya.

“Kita harus benar-benar memperkuat pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya manusia kita untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa di semua bidang, khusunya dalam rangka memaksimalkan ekspor produk-produk kita yang berkualitas internasional,” tutup Legislator dari Fraksi PKB ini.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan April...
Neraca Perdagangan April 2020 Defisit Rp5 Triliun
Neraca Perdagangan Kuartal...
Neraca Perdagangan Kuartal I Surplus, Tapi Defisit Terhadap China
Dagang dengan China...
Dagang dengan China Hampir Selalu Defisit, Kenapa?
Neraca Dagang Surplus...
Neraca Dagang Surplus Bantu Ketahanan Ekonomi dan Rupiah
Neraca Perdagangan April...
Neraca Perdagangan April 2020 Defisit USD350 Juta
Jaga Rekor 43 Bulan...
Jaga Rekor 43 Bulan Beruntun, Neraca Dagang RI November 2023 Cetak Surplus USD4,62 Miliar
Berita Terkini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
7 menit yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
26 menit yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
1 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
1 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
2 jam yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved