Kebijakan B30 Harus Dibarengi Optimalisasi Pemanfaatan Gas Bumi

Senin, 23 Desember 2019 - 20:02 WIB
Kebijakan B30 Harus...
Kebijakan B30 Harus Dibarengi Optimalisasi Pemanfaatan Gas Bumi
A A A
JAKARTA - Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi mengatakan kebijakan biodiesel 30% (B30) harus dibarengi dengan optimalisasi pemanfaatan gas bumi supaya terjadi penurunan defisit neraca perdagangan yang signifikan.

Berdasarkan buku Neraca Gas Bumi Indonesia periode 2018, lifting gas Indonesia pada 2018 mencapai 8.048 mmscfd meningkat dibanding lifting 2017 sebesar 7.452 mmscfd.

“Optimalisasi gas bumi itu diperuntukan sektor kelistrikan, sektor industri, sektor tranportasi, dan sektor rumah tangga,” kata dia saat dihubungi, Senin (23/12/2019). (Baca Juga: Penerapan B30, Jokowi: Kita Tidak Akan Lagi Ditekan Negara Lain )

Menurut dia untuk sektor kelistrikan, gas bumi dapat digunakan sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTGU), yang menggantikan energi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Di sektor industri, gas bumi digunakan sebagai bahan baku bagi industri pupuk dan petrokimia. Di sektor transportasi, gas bumi digunakan untuk untuk bahan bakar gas (BBG) transportasi darat dan laut, yang menggantikan BBM. “Gas bumi bisa juga digunakan untuk memasak di sektor rumah tangga melalui jaringan gas (Jargas), yang menggantikan LPG,” kata dia.

Untuk mencapai optimalisasi penggunaan gas bumi, kata dia, pemerintah harus ikut berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan yang masih dihadapi melalui tiga upaya.

Pertama, pemerintah harus mengalokasikan dana dari APBN untuk membiayai pembangunan infrastruktur pipa dan Jargas, yang masih dibutuhkan untuk distribusi gas bumi dari sumber gas di hulu hingga ke konsumen akhir di hilir, baik konsumen industri, maupun konsumen rumah tangga.

Kedua, mendorong Pertamina untuk membangun SPBU Gas di sebagian besar SPBU Pertamina, terutama di kota-kota besar. Ketiga, pemerintah harus menyediakan converter bagi kendaraan bermotor untuk mengubah fungsi mesin yang menggunakan BBM menjadi BBG.

“Dengan ketiga upaya tersebut diharapkan dapat menjadikan gas bumi sebagai energi utama dan subtitusi bagi sektor kelistrikan, industri, transportasi dan rumah tangga. Penggunaan gas bumi di keempat sektor itu tidak hanya akan menurunkan impor migas dalam jumlah besar, tetapi juga dapat mengurangi subsidi BBM dan LPG 3 Kg, yang selama ini membebani APBN,” kata dia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), DNM pada September 2019 meningkat 42% menjadi USD1,43 miliar dibanding DNM pada Agustus 2019. Dampaknya, DNP pada September 2019 mengalami defisit USD160,5 juta, bandingkan dengan surplus neraca perdagangan pada Agustus 2019 yang mencapai USD85,1 Juta.

Penyebab utama DNM adalah peningkatan impor BBM dan Liquid Petroleum Gas (LPG). Data BPS menunjukkan bahwa pada 2019 impor BBM mencapai 800.000 barrel per hari, sedangkan impor LPG mencapai 2.800 MMscfd atau sekitar 70% dari total kebutuhan nasional sebesar 4.000 mmscfd. Dengan impor sebesar itu, subsidi untuk LPG 3 Kg makin meningkat yang mencapai Rp100 triliun per tahun.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina Tandatangani...
Pertamina Tandatangani Penjualan Gas Bumi Sebesar 318 BBTUD
BPH Migas dan PGN Tinjau...
BPH Migas dan PGN Tinjau Pembangunan Jaringan Gas Bumi di Sleman
Pertamina Tingkatkan...
Pertamina Tingkatkan Penjualan Gas Bumi Sebesar 318 BBTUD
Subholding Gas Pertamina...
Subholding Gas Pertamina Jaga Layanan Gas Bumi Aman Selama Natal 2021 dan Tahun Baru 2022
Jaringan Gas Bumi Jadi...
Jaringan Gas Bumi Jadi Pemantik Ekonomi Industri Kecil di Bumi Majapahit
Integrasi Infrastruktur...
Integrasi Infrastruktur Subholding Gas Pertamina di ORF Tambak Lorok, Berikan Jaminan Perluasan Manfaat Gas Bumi di Jateng
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
Kapasitas Pembangkit...
Kapasitas Pembangkit Listrik Panas Bumi Indonesia Bisa Salip AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved