IPC Berkomitmen Berantas Pungli dan Tindak Pidana di Pelabuhan

Kamis, 26 Desember 2019 - 08:55 WIB
IPC Berkomitmen Berantas...
IPC Berkomitmen Berantas Pungli dan Tindak Pidana di Pelabuhan
A A A
JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC berkomitmen memberantas semua bentuk pelanggaran, tindak pidana, termasuk pungli. IPC menegaskan tidak akan menoleransi pelanggaran, terutama yang bertujuan mencari keuntungan pribadi oleh oknum petugas di lingkungan pelabuhan.

“Jika ditemukan bukti pelanggaran, tindak pidana, termasuk pungli oleh oknum di pelabuhan, maka IPC dan saya yakin semua instansi pemerintah maupun swasta di lingkungan pelabuhan akan memberikan tindakan keras. Kemudian mendorong untuk diproses sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang ada,” kata Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, kemarin.

Elvyn mengatakan, saat ini IPC sedang fokus mewujudkan misi korporasi menjadi pelabuhan kelas dunia yang unggul dalam operasional dan pelayanan. IPC berkepentingan memberikan pelayanan yang lebih cepat, lebih mudah, dan efisien, untuk memajukan sektor logistik di Tanah Air.

Sesuai dengan misi pemerintah menurunkan biaya logistik, kata Elvyn, IPC siap memberikan pelayanan yang mudah, transparan, dan akuntabel bagi semua pengguna jasa dan pelanggan. Dengan demikian, tidak ada tempat bagi orang atau oknum tertentu di pelabuhan melakukan pelanggaran termasuk pungli.

“Sekarang semua aktivitas dan operasional di pelabuhan, terutama di Tanjung Priok termonitori secara digital. Salah satu tujuan semua ini adalah supaya tidak terjadi ekonomi biaya tinggi yang menambah beban biaya logistik secara keseluruhan,” katanya.

Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi mengatakan, saat ini pungli memang sulit ditemukan di lapangan, terutama di terminal-terminal Pelabuhan Tanjung Priok. Digitalisasi yang dimulai dari penerapan Autogate System di gerbang pelabuhan tak lagi memungkinkan terjadinya interaksi pembayaran tunai oleh pengguna jasa dan konsumen.

Meski demikian, menurutnya, ada banyak faktor mengapa biaya logistik masih tinggi. Potensi biaya siluman bisa tersebar di seluruh stakeholder pelabuhan, mengingat di sana ada 18 instansi yang berperan sebagai regulator maupun operator.

“Tingginya biaya logistik tak lepas dari tingginya pergerakan peti kemas. Ada aturan Kemenhub misalnya, dalam waktu tiga hari, selesai atau tidak pengurusan dokumen, peti kemas harus keluar ke Pusat Logistik Berikat (PLB). Kemudian PLB banyak dibangun setelah isu dweling time bergulir pada 2014–2019. Nah, keberadaan PLB ini dimotori oleh teman-teman di Bea dan Cukai,” ujarnya.

Siswanto menjelaskan, dalam sistem kepelabuhanan di Indonesia ada institusi dengan fungsi dan kewenangan signifikan, yaitu Otoritas Pelabuhan. Instansi di bawah Direktorat Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan ini hadir tak lama setelah UU No. 17/2008 tentang Pelayaran disahkan. Instansi ini ada di empat pelabuhan utama, yakni di Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Makassar.

Keberadaannya signifikan karena Otoritas Pelabuhan (OP) mewakili pemerintah sebagai regulator yang sebelumnya dipegang PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo. Dengan kewenangannya, OP mengatur penyewaan lahan pelabuhan berikut infrastruktur lainnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pasca Kasus Pungli,...
Pasca Kasus Pungli, JICT Evaluasi Vendor MTI
Bongkar Pungli di Priok,...
Bongkar Pungli di Priok, Pengamat: Mereka Kongkalikong dengan Aparat
Pungli di Pelabuhan...
Pungli di Pelabuhan Terbongkar, Dirut Pelindo II Malah Bersyukur
Pelindo Komitmen Ciptakan...
Pelindo Komitmen Ciptakan Operasional Pelabuhan Bebas Pungli
Lakukan Pungli di Kawasan...
Lakukan Pungli di Kawasan Wisata Palabuhan Ratu, 8 Petugas Parkir Diringkus Polisi
Pungli Merajalela, Ujung-ujungnya...
Pungli Merajalela, Ujung-ujungnya Konsumen yang Menanggung Beban
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
5 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
5 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
6 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
6 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
6 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved