Bongkar Pungli di Priok, Pengamat: Mereka Kongkalikong dengan Aparat
Rabu, 16 Juni 2021 - 10:33 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Kepolisian terus mengusut dan menangkap gerombolan pungli dan preman di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Aksi tersebut dinilai dilakukan karena faktor ekonomi serta didukung oleh oknum aparat. Imbas dari kejadian tersebut membuat pelayanan bongkar muat kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok terbengkalai dan marak aksi pecah kaca yang membuat sopir truk kontainer waspada.
Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno menilai, perlakuan rampas-merampas pada supir truk disebabkan adanya faktor pendukung yang mendorong mereka melakukan aksi tak terpuji. Di tambah lagi, dalam perjalanan, truk-truk akan melintasi kampung-kampung kumuh yang berpenduduk kalangan bawah.
“Ini masalah sosial-ekonomi, jika lingkungan pelabuhan dipenuhi masyarakat yang tergolong miskin dan kumuh, maka dapat dipastikan hal itu terjadi,” ujarnya dalam pesan singkat kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (16/6/2021).
Baca Juga: Curhat Pengusaha ke Jokowi, Berantas Pungli Jangan Hanya di Priok
Ia pun menuturkan, aksi perampasan tidak semerta-merta dilakukan oleh gerombolan preman saja, melainkan adanya kerjasama dengan oknum aparat guna merealisasikan tindak kriminal tersebut. “Dalam aksinya itu bahkan adanya keterlibatan oknum aparat juga. Semacam terjadi kongkalikong,”jelasnya.
Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno menilai, perlakuan rampas-merampas pada supir truk disebabkan adanya faktor pendukung yang mendorong mereka melakukan aksi tak terpuji. Di tambah lagi, dalam perjalanan, truk-truk akan melintasi kampung-kampung kumuh yang berpenduduk kalangan bawah.
“Ini masalah sosial-ekonomi, jika lingkungan pelabuhan dipenuhi masyarakat yang tergolong miskin dan kumuh, maka dapat dipastikan hal itu terjadi,” ujarnya dalam pesan singkat kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (16/6/2021).
Baca Juga: Curhat Pengusaha ke Jokowi, Berantas Pungli Jangan Hanya di Priok
Ia pun menuturkan, aksi perampasan tidak semerta-merta dilakukan oleh gerombolan preman saja, melainkan adanya kerjasama dengan oknum aparat guna merealisasikan tindak kriminal tersebut. “Dalam aksinya itu bahkan adanya keterlibatan oknum aparat juga. Semacam terjadi kongkalikong,”jelasnya.
Lihat Juga :