Dolar Menguat Saat Perdagangan Tenang, Rupiah Gamang ke Rp13.979
Kamis, 26 Desember 2019 - 10:53 WIB
Dolar Menguat Saat Perdagangan Tenang, Rupiah Gamang ke Rp13.979
A
A
A
JAKARTA - Musim libur akhir tahun sudah menjelang. Investor pun banyak memilih berlibur di saat perdagangan tenang. Namun, intervensi Amerika Serikat terhadap China soal Hong Kong dan Uighur, telah mengkhawatirkan pasar keuangan. Alhasil, pasar memilih dolar AS sebagai instrumen mata uang safe haven.
Hasil ini membuat nilai tukar rupiah di pasar spot pada Kamis (26/12/2019) menjadi gamang. Bloomberg mencatat rupiah pada Kamis ini, turun tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.979, dibanding penutupan Senin lalu di Rp13.978 per USD.
Data Yahoo Finance mencatat rupiah melemah 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.970 per USD, setelah pada sesi sebelumnya berada di level Rp13.960 per USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, mematok kurs tengah rupiah pada Kamis ini di Rp13.982 per USD, terdepresiasi 4 poin dari posisi Rp13.978 per USD pada Senin lalu.
Melansir dari Reuters, dolar naik karena kembali memanasnya hubungan AS dan China, setelah Negeri Paman Sam itu melakukan intervensi atas politik dalam negeri China. Pasar khawatir bisa berdampak pada perundingan perdagangan, sehingga investor pun memilih mata uang dolar AS.
"Liburan akhir tahun telah membuat pasar tenang. Dan dolar AS menunjukkan geliat terhadap sebagian besar mata uang utama," ujar Marc Chandler, kepala strategi pasar di Bannockburn Global Forex di New York.
Indeks USD yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,06% pada 97,715.
Sepanjang tahun 2019 ini, dolar AS telah naik 1,6%, seiring statusnya sebagai mata uang safe haven, disaat ketidakpastian ekonomi global dan ekonomi AS uang mengungguli banyak negara lain di dunia.
Hasil ini membuat nilai tukar rupiah di pasar spot pada Kamis (26/12/2019) menjadi gamang. Bloomberg mencatat rupiah pada Kamis ini, turun tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.979, dibanding penutupan Senin lalu di Rp13.978 per USD.
Data Yahoo Finance mencatat rupiah melemah 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.970 per USD, setelah pada sesi sebelumnya berada di level Rp13.960 per USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, mematok kurs tengah rupiah pada Kamis ini di Rp13.982 per USD, terdepresiasi 4 poin dari posisi Rp13.978 per USD pada Senin lalu.
Melansir dari Reuters, dolar naik karena kembali memanasnya hubungan AS dan China, setelah Negeri Paman Sam itu melakukan intervensi atas politik dalam negeri China. Pasar khawatir bisa berdampak pada perundingan perdagangan, sehingga investor pun memilih mata uang dolar AS.
"Liburan akhir tahun telah membuat pasar tenang. Dan dolar AS menunjukkan geliat terhadap sebagian besar mata uang utama," ujar Marc Chandler, kepala strategi pasar di Bannockburn Global Forex di New York.
Indeks USD yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,06% pada 97,715.
Sepanjang tahun 2019 ini, dolar AS telah naik 1,6%, seiring statusnya sebagai mata uang safe haven, disaat ketidakpastian ekonomi global dan ekonomi AS uang mengungguli banyak negara lain di dunia.
(ven)