Ketua Tim Ahli Pendamping Pengadaan Bandara Komodo Jamin Personelnya Kompeten

Kamis, 26 Desember 2019 - 22:53 WIB
Ketua Tim Ahli Pendamping...
Ketua Tim Ahli Pendamping Pengadaan Bandara Komodo Jamin Personelnya Kompeten
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menugaskan PT. Surveyor Indonesia (Persero) untuk mendampingi proses pengadaan atau transaksi Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Pengembangan Bandara Komodo – Labuan Bajo. Mohammad Zulfikar Dachlan mengatakan PT. Surveyor Indonesia (Persero) telah menunjuk dirinya selaku Ketua Tim Ahli untuk mendampingi pengadaan dan transaksi Pengembangan Bandara Komodo – Labuan Bajo.

Dia mengatakan Komposisi Tim yang ditunjuk oleh PT. Surveyor Indonesia (Persero) merupakan personil yang memiliki kompetensi dalam bidangnya masing-masing. "Hal ini juga telah dibuktikan salah satu anggota tim ahli teknis Salahudin Rafi dipercaya oleh Gubernur Jawa Barat menjadi Direktur Utama Bandar Udara Internasional Jawa Barat – Kertajati," ujar Zulfikar dalam keterangannya.

Hal ini disampaikan usai mendampingi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam konperensi pers Pengumuman Proyek KPBU Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo, Kamis (26/12/2019).

Menurutnya, proses Pelelangan Bandara Komodo-Labuan Bajo berdasarkan Peraturan LKPP No. 29 Tahun 2018 menggunakan sistem Pelelangan Dua Tahap dimana Tahap Pertama Peserta Pelelangan memasukan Dokumen Penawaran Administrasi, Teknis dan Finansial serta Tahap Kedua dimana Pemerintah melakukan Dialog Optimalisasi untuk memaksimalkan Penawaran Peserta Pelelangan.

"Skema Pengembalian investasi yang diberikan kepada Pemenang Pelelangan dalam hal ini investor adalah user charges (tariff pengguna) dimana Pemerintah memberikan kesempatan kepada investor untuk mengembalikan investasinya dengan memaksimalkan bangkitan pertumbuhan penumpang di Bandara Komodo - Labuan Bajo," ujarnya.

Para Peserta Pelelangan ujarnya, lagi merupakan Para Peserta yang memiliki kompetensi dalam mengelola airport. Tahapan awal telah dilakukan penjajakan minat pasar yang dihadiri oleh 70 peserta yang berminat yang merupakan badan usaha nasional maupun internasional.

"Diharapkan juga dengan partisipasi dari Badan Usaha yang menginvestasikan Bandara Komodo – Labuan Bajo akan meningkatkan devisa negara dari sektor pariwisata serta mensukseskan Labuan Bajo sebagai Kawasan pariwisata super-prioritas," tegasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyek Pengembangan...
Proyek Pengembangan dan Renovasi 2 Bandara Ini Bakal Dikasih ke Swasta, Apa Saja?
PII Jamin Proyek KPBU...
PII Jamin Proyek KPBU Non Tol Jalintim Sumsel
PII Jamin Proyek KPBU...
PII Jamin Proyek KPBU Preservasi Jalintim Sumatera
PT PII Jamin Proyek...
PT PII Jamin Proyek Penyediaan Air Minum di Pekanbaru
Hapus Monopoli Jasa...
Hapus Monopoli Jasa Kepelabuhanan, Ditjen Hubla Teken Perjanjian Konsesi dengan PT LIS
Insiden Trigana Air...
Insiden Trigana Air di Bandara Sentani, Kemenhub Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Berita Terkini
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
1 jam yang lalu
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
1 jam yang lalu
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
2 jam yang lalu
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
2 jam yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
3 jam yang lalu
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
3 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved