Pengamat Optimis Perekonomian Nasional Membaik Bertahap di 2020

Jum'at, 27 Desember 2019 - 13:43 WIB
Pengamat Optimis Perekonomian...
Pengamat Optimis Perekonomian Nasional Membaik Bertahap di 2020
A A A
JAKARTA - Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Krizia Maulana memberikan proyeksinya untuk perekonomian nasional tahun 2020. Menurut dia, pemulihan ekonomi Indonesia akan berjalan secara gradual. Diharapkan pemulihan ekonomi terjadi seiring meredanya ketegangan antara AS dan China.

"Pelonggaran fiskal tidak terlalu agresif, mengingat defisit fiskal dibatasi di bawah 3%. Ini menyebabkan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi juga relatif terbatas," ujar Krizia di Jakarta, Jumat (27/12/2019).

Dia menyebutkan salah satu tantangan bagi ekonomi Indonesia ke depannya masih seputar defisit pada neraca transaksi berjalan. Khususnya pada saat ini ketika penanaman modal asing atau Foreign Direct Investment (FDI) belum bisa menutupi atau membiayai defisit pada neraca berjalan ini.

Peningkatan daya saing, khususnya di sektor non komoditas, menjadi sangat krusial untuk meningkatkan investasi. Ini yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi lebih tinggi lagi.

Krizia menghimbau bagi investor, saat momen akhir tahun sebaiknya melakukan evaluasi investasi. Saran dia, pastikan investasi yang sudah ada saat ini sesuai dengan tujuan keuangan yang ingin diraih. "Jangan karena volatilitas jangka pendek lalu membatasi kita berinvestasi. Karena tidak melakukan investasi juga memiliki risiko," ujarnya

Sepanjang tahun ini sampai akhir November 2019, pasar saham Indonesia (IHSG) mencatatkan penurunan sebesar 2,95%. Kinerja pasar saham Indonesia, kalah unggul jika dibandingkan negara kawasan Asia lainnya, disebabkan oleh pertumbuhan earning yang relatif lemah di tahun ini.

Dari pasar obligasi, pasar obligasi Indonesia (BINDO) mencatatkan kenaikan sebesar 13,60% sampai dengan akhir November 2019. Hal ini didorong oleh imbal hasil real yield yang cukup tinggi, dan juga kebijakan moneter akomodatif bank sentral global. Bank Indonesia pun di tahun ini sudah menurunkan suku bunga sebanyak empat kali.

Sementara itu, Rupiah bergerak relatif stabil, dengan rata-rata perdagangan di tahun ini di kisaran Rp14.153 per dolar AS. Diharapkan, percepatan reformasi kebijakan, stabilitas politik dan perbaikan earning perusahaan dapat mendorong sentimen investasi untuk pasar keuangan Indonesia.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pejabat BI: Banyak Negara...
Pejabat BI: Banyak Negara Non Muslim Melirik Ekonomi Syariah
Bank Indonesia Optimis...
Bank Indonesia Optimis Defisit Transaksi Berjalan di Bawah 2%
Ini Faktor Bikin Defisit...
Ini Faktor Bikin Defisit Transaksi Berjalan 1,4% dari PDB
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Investasi Saham dan...
Investasi Saham dan Obligasi Tetap Menguntungkan, Covid-19 Ada Batasnya
Seperti Apa Iklim Investasi...
Seperti Apa Iklim Investasi di Kuartal II Tahun 2023? Ikuti Webinar MNC Asset Management
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
44 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved