IHSG Diprediksi Menguat di Awal Pekan, Cermati Enam Saham Ini
Senin, 30 Desember 2019 - 08:12 WIB
IHSG Diprediksi Menguat di Awal Pekan, Cermati Enam Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diperkirakan melanjutkan penguatan. Dimana pada penutupan Jumat lalu, bursa saham Tanah Air telah menguat 13,53 poin atau 0,21% ke 6.319,44.
Analis dari Reliance Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, mengatakan MACD, Stochastic dan RSI menunjukkan sinyal positif. "Di sisi lain, masih terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat," ujar Nadan Aji di Jakarta, Senin (30/12/2019).
Sebelumnya data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperlihatkan IHSG selama satu pekan terakhir mengalami peningkatan sebesar 0,72%. Sepanjang tahun 2019, investor asing masih mencatatkan beli bersih sebesar Rp49,193 triliun dan investor asing pada pekan kemarin tercatat beli bersih sebesar Rp296,77 miliar.
Pada pekan kemarin tepatnya Senin (23/12) Perusahaan Tercatat ke-55 dan sekaligus yang terakhir pada tahun 2019 resmi melantai di Bursa, adalah PT Galva Technologies Tbk dengan kode saham GLVA yang tercatat pada Papan Pengembangan BEI. GLVA bergerak pada sektor Trade, Services & Investment dengan subsektor Computer And Services.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut :
1.ACES
Terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 1530 – 1550, dengan target harga secara bertahap di level 1585, 1605 dan 1700. Support: 1510.
2. BRIS
Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 dan 20 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 328 – 334, dengan target harga secara bertahap di level 344 dan 412. Support: 320 & 300.
3. CTRA
Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 1035 – 1045, dengan target harga secara bertahap di level 1065, 1125, 1260 dan 1395. Support: 1020 & 990.
4. KAEF
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1145 – 1315, dengan target harga di level 1560. Support: 995.
5. MYOR
Terlihat pola bearish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Partial Sell” pada area level 2050 – 2090, dengan target harga di level 2020. Resistance: 2100.
6. SMRA
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 975 – 995 dengan target harga secara bertahap di level 1010, 1055, 1090, 1245, 1400 and 1555. Support: 935.
Analis dari Reliance Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, mengatakan MACD, Stochastic dan RSI menunjukkan sinyal positif. "Di sisi lain, masih terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat," ujar Nadan Aji di Jakarta, Senin (30/12/2019).
Sebelumnya data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperlihatkan IHSG selama satu pekan terakhir mengalami peningkatan sebesar 0,72%. Sepanjang tahun 2019, investor asing masih mencatatkan beli bersih sebesar Rp49,193 triliun dan investor asing pada pekan kemarin tercatat beli bersih sebesar Rp296,77 miliar.
Pada pekan kemarin tepatnya Senin (23/12) Perusahaan Tercatat ke-55 dan sekaligus yang terakhir pada tahun 2019 resmi melantai di Bursa, adalah PT Galva Technologies Tbk dengan kode saham GLVA yang tercatat pada Papan Pengembangan BEI. GLVA bergerak pada sektor Trade, Services & Investment dengan subsektor Computer And Services.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut :
1.ACES
Terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 1530 – 1550, dengan target harga secara bertahap di level 1585, 1605 dan 1700. Support: 1510.
2. BRIS
Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 dan 20 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 328 – 334, dengan target harga secara bertahap di level 344 dan 412. Support: 320 & 300.
3. CTRA
Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 1035 – 1045, dengan target harga secara bertahap di level 1065, 1125, 1260 dan 1395. Support: 1020 & 990.
4. KAEF
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1145 – 1315, dengan target harga di level 1560. Support: 995.
5. MYOR
Terlihat pola bearish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Partial Sell” pada area level 2050 – 2090, dengan target harga di level 2020. Resistance: 2100.
6. SMRA
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 975 – 995 dengan target harga secara bertahap di level 1010, 1055, 1090, 1245, 1400 and 1555. Support: 935.
(akr)
Lihat Juga :