Tatap 2020, SDM hingga Tingkatkan Ekspor Jadi PR Pemerintah

Senin, 30 Desember 2019 - 17:55 WIB
Tatap 2020, SDM hingga...
Tatap 2020, SDM hingga Tingkatkan Ekspor Jadi PR Pemerintah
A A A
JAKARTA - Menatap tahun baru 2020, pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin diingatkan untuk terus memantau perkembangan perekonomian global terutama di tengah perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China. Disamping itu sektor ketenagakerjaan, kebijakan (policy) dan peraturan (regulasi) yang mendukung kemudahan berinvestasi dinilai juga harus menjadi fokus.

Terutama yang menghambat investasi didearah-daerah, mendorong seluruh sektor usaha menengah ke bawah, tetap mempertahankan pengurangan pajak UKM. "Pemerintahan Jokowi-Amin harus memperkuat, mendukung dan mempermudah sektor produksi dalam rangka meningkatkan kebutuhan ekspor," kata Ketua umum Kebangkitan Indonesia Baru (KIB) Reinhard Parapat di Jakarta.

Menurutnya pembangunan infrastruktur juga harus dipercepat untuk mempermudah dan mempercepat transportasi, baik darat, laut dan udara dengan meningkatkan serta mengembangkan kemampuan dibidang telekomunikasi yang canggih.

"Kendala mempersiapkan percepatan ekonomi tersebut di atas adalah soal budaya korupsi. Memberantas mafia pangan dan migas yang selama ini dikuasai oleh para pemain lama. Dimana para bandit-bandit (mafia) ini selalu hidup berdampingan mesra dengan pelaku elit politik," ujar Taki sapaan akbarnya.

Sambung Taki mengatakan, disamping itu tenaga kerja Indonesia diyakini masih banyak yang terbatas, tidak sesuai dengan skill. Lalu maraknya isu politik identitas menambah rusaknya keharmonisan warga negara, ditambah lagi Pemerintahan daerah tidak merespons positif arah visi presiden Jokowi.

"Sangat perlu diperhatikan dan menjadi solusi ke depan adalah bagaimana mencetak Sumber Daya Manusia (SDM). Terutama dalam memaksimalkan untuk mengelola sumber daya kekayaan alam kemaritiman di Indonesia yang sangat berlimpah," tegasnya.

Dalam sektor hukum, Taki mengungkapkan masih banyak yang perlu dibenahi. Di antaranya, persoalan konflik agraria dan persoalan intoleransi. Sangat perlu menjadi perhatian lebih pemerintahan Jokowi-Amin lima tahun ke depan.

Selain itu, lanjut dia, isu soal otonomi khusus Propinsi Papua dan Aceh menjadi perhatian lebih. Harus dikaji, seberapa jauh manfaat pembangunan yang sudah didapatkan dan dirasakan rakyat Aceh dan Papua dari dana otonomi khusus (Otsus). Apalagi dikaitkan dana Otsus untuk Papua akan berakhir ditahun 2021.

"Pemerintahan Jokowi-Amin kedepan lebih banyak mengkampanyekan isu soal Kebhinnekaan. Salah satu caranya adalah membumikan kembali nilai-nilai toleransi dalam mata pelajaran di tingkat SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Kami relawan Jokowi sangat optimis rezim Jokowi-Amin dalam merealisasikan program ekonomi kedepan akan berjalan lebih baik. Lebih cepat, dan lebih fokus pada percepatan pembangunan berkelanjutan, mengingat adanya pengalaman 5 tahun pemerintahan Jokowi-JK sebelumnya," tuturnya.

Lebih lanjut terang dia, diyakini pemerintahan Jokowi-Amin ke depan akan memperkuat nilai-nilai persatuan dan kebangsaan. Sehingga tidak rapuh oleh isu-isu politik identitas yang menjadi salah satu acamanan disintegrasi bangsa

"Percepatan pembangunan ekonomi harus diikuti dengan kepastian hukum dalam menyerap investasi. Menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan. Perlindungan hukum terhadap setiap warga negara. Membangun kesadaran dalam rangka kampanye pencegahan terhadap korupsi, membangun demokrasi yang semakin berkualitas, dan penataan reformasi birokrasi dalam menjawab tantangan kedepan Indonesia lebih baik, ini adalah bagian dari fokus realisasi visi presiden Jokowi kedepannya," pungkas Taki.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perbaikan Iklim Investasi...
Perbaikan Iklim Investasi Diharapkan Jadi Fokus Pemerintahan Baru
KPKI Dukung Program...
KPKI Dukung Program Pemerintah Perkuat Kawasan Kepabeanan
Jaga Iklim Investasi...
Jaga Iklim Investasi di Bumi Nikel
Satgas Kemudahan dan...
Satgas Kemudahan dan Percepatan Investasi Masuk Tahap Penyelesaian, Apa Tugas dan Perannya?
Tahun Depan Dibebani...
Tahun Depan Dibebani Target Investasi Rp1.650 Triliun, Begini Respons Bahlil
Kasus Pertamina dan...
Kasus Pertamina dan Sinyal bagi Investor: Ketika Risiko Hukum Menjadi Tak Terprediksi
Berita Terkini
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
28 menit yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
42 menit yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
1 jam yang lalu
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
1 jam yang lalu
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
1 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Hanya Larang...
Pemerintah Hanya Larang Ekspor RBD Palm Olein, Bukan CPO
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved