Jaga Iklim Investasi di Bumi Nikel

Kamis, 22 September 2022 - 09:01 WIB
loading...
Jaga Iklim Investasi...
Aktivitas penambangan di Sulawesi Selatan. Foto/Dok.
A A A
MAKASSAR - Pertambangan merupakan sektor yang berperan penting dalam struktur perekonomian Sulawesi Selatan (Sulsel). Salah satu komoditas yang menjadi primadona tambang adalah nikel.

Baca juga: 3 Perusahaan China yang Beroperasi di Morowali

Tidak hanya diberkahi dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Sulsel didukung dengan kehadiran perusahaan pertambangan kelas dunia yang mampu mengolah komoditas andalan ekspor tersebut dengan praktik berkelanjutan. Salah satunya adalah PT Vale Indonesia (PT Vale) yang memiliki basis operasional di 'Bumi Nikel' Blok Sorowako, Kabupaten Luwu Timur (Lutim).



Hadir sudah lebih dari lima dekade di Indonesia, total investasi PT Vale menembus USD3,3 miliar atau setara dengan Rp49,51 triliun (kurs Rp15.006). Rentang periode 2011 hingga 2021, total kontribusi perseroan untuk negara melalui pembayaran pajak dan non pajak mencapai USD1,2 miliar atau setara dengan Rp18,007 triliun.

Baca juga: Mengerikan! King Kobra Masuk ke Sumur Warga Padangsidimpuan

Meski demikian, kontribusi PT Vale masih dinilai minim oleh Pemprov Sulsel. Hal itu diungkapkan oleh Gubernur Andi Sudirman Sulaiman saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR pada awal September lalu. Berdasarkan alasan tersebut, Pemprov Sulsel menolak menyetujui perpanjangan konsesi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PT Vale.

Pengamat Ekonomi asal Universitas Hasanuddin (Unhas), Anas Iswanto Anwar, berpendapat penolakan tersebut berpotensi memberikan dampak negatif pada iklim investasi di Sulsel. Citra Sulsel sebagai daerah ramah investasi akan terpengaruh. Olehnya itu, penting bagi semua pihak untuk menjaga iklim investasi di daerah.

"Kalau hal ini negatif di mata investor, maka pasti akan kesulitan menarik investor lainnya. Jadi menurut saya bargaining-nya saja yang perlu dibenahi, karena kita masih membutuhkan investor," ungkap Anas kepada Koran SINDO, belum lama ini.

Jaga Iklim Investasi di Bumi Nikel


Menurut dia, Pemprov Sulsel seharusnya tidak menyikapi keberadaan PT Vale secara emosional dan tergesa-gesa dengan rencana mengambil-alih perusahaan tersebut. Harusnya terlebih dulu melakukan analisis secara mendalam dengan mempertimbangkan kesiapan daerah serta kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

"Karena dirasa bahwa kontribusi sedikit, maka ingin ambil alih, tapi apakah itu gampang? Apakah ada yang bisa kelola? Apakah SDM kita ada? Bagaimana keberlangsungan tenaga kerja yang ada sekarang? Jangan gegabah memutuskan hal ini," ujarnya.

Baca juga: Terlanjur Lepas Baju dan Mandi Keringat di Ranjang Hotel, 4 Pasangan Mesum Panik Digedor Petugas

Ekonom lainnya, Abdul Madjid Sallatu, menilai PT Vale telah merancang skema investasi yang sangat besar pada masa mendatang. Bahkan, dua proyek PT Vale di Blok Bahodopi dan Blok Pomalaa masuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Hal tersebut tentunya telah dibahas bersama pemerintah, sehingga akan terganggu dengan adanya penolakan perpanjangan konsesi.

"Terkait dengan hal ini, juga menyangkut good will (nama baik) pemerintah di mata investor. Apalagi dalam kondisi perekonomian global yang masih volatile saat ini, tentu pemerintah berkepentingan menjaga hubungan baik dengan investor," jelas Madjid.

Lebih jauh, ia menerangkan nikel merupakan salah satu hasil tambang yang memiliki prospek industri hilir yang sangat potensial, apalagi permintaan pasar global sangat besar terhadap komoditas ini. Tidak heran, tidak sedikit perusahaan yang berminat untuk terjun dalam pertambangan nikel.

"Kalau dipelajari dari perkembangan PT Vale dan sebelumnya PT Inco, ternyata sistem dan manajemen pengelolaannya sangat tidak sederhana. Bahkan bisa dicermati di sana, bahwa pengelolaannya harus mampu membangun budaya, baik organisasi maupun manusia yang terlibat di dalamnya," tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Produksi Nikel RI Dipangkas...
Produksi Nikel RI Dipangkas Jadi 250-260 Juta Ton di 2026, Apa Sebabnya?
Denda Rp6,5 M Bagi Pelanggar...
Denda Rp6,5 M Bagi Pelanggar Penambangan di Kawasan Hutan, Bahlil: Saya Tak Segan Mencabut
8 Negara Produsen Nikel...
8 Negara Produsen Nikel Terbesar di Dunia, Indonesia Masih Jadi Rajanya
NICL Jaga Momentum Pertumbuhan,...
NICL Jaga Momentum Pertumbuhan, Laba Bersih Meroket di Kuartal III/2025
Aturan Terbit, Koperasi...
Aturan Terbit, Koperasi Bisa Kelola Tambang Mineral dan Batubara
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
Bareskrim Batal Periksa...
Bareskrim Batal Periksa Ketua Kadin Sultra Hari Ini, Alasan Sakit
Ketua Ombudsman Diduga...
Ketua Ombudsman Diduga Terima Uang Rp1,5 Miliar di Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel
Rekomendasi
PKS Minta Fenomena Calon...
PKS Minta Fenomena Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang di PTN Jadi Evaluasi SPMB 2026
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Berita Terkini
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved