Wimboh Santoso Beberkan Empat Fokus OJK dalam Membangun Pasar Modal
Kamis, 02 Januari 2020 - 14:05 WIB
Wimboh Santoso Beberkan Empat Fokus OJK dalam Membangun Pasar Modal
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan terus mewujudkan pasar modal yang berdaya tahan, efisien, transparan dan kredibel melalui berbagai kebijakan strategis pengembangan pasar modal. Hal ini seiring intruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam meningkatkan pasar modal serta membersihkan dari transaksi tidak sehat atau goreng saham.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyebutkan, terdapat empat fokus kebijakan di pasar modal yaitu pertama, peningkatan pelaksanaan governance yang lebih baik yang akan dapat memperkokoh kepercayaan investor dan pelaku pasar terhadap pasar modal Indonesia.
“Pengembangan ekosistem pasar modal dilakukan dengan antara lain melanjutkan pengembangan central counterparty clearing (CCP), memperluas instrumen pasar modal, yang bersifat konvensional, syariah maupun berwawasan lingkungan, seperti project crowdfunding, obligasi daerah, blended finance dan juga project bonds,” ujar Wimboh di gedung Bursa Efek Indoensia (BEI) Jakarta, Kamis (2/1/2020).
Sambung dia menerangkan untuk langkah kedua yakni, meningkatkan peran pasar modal dalam pembiayaan berbagai proyek di sektor-sektor strategis Pemerintah. Di antaranya melalui pemberian berbagai insentif kepada para emiten yang bergerak pada pengembangan sektor-sektor strategis Pemerintah dan yang mengedepankan aspek ramah lingkungan.
"Ketiga, meningkatkan jumlah emiten UMKM, melalui penyederhanaan aturan penawaran umum dan kewajiban transparansi bagi UMKM maupun peningkatan peran perusahaan efek daerah dan ke empat membangun ekosistem pasar modal yang lebih dalam," paparnya.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyebutkan, terdapat empat fokus kebijakan di pasar modal yaitu pertama, peningkatan pelaksanaan governance yang lebih baik yang akan dapat memperkokoh kepercayaan investor dan pelaku pasar terhadap pasar modal Indonesia.
“Pengembangan ekosistem pasar modal dilakukan dengan antara lain melanjutkan pengembangan central counterparty clearing (CCP), memperluas instrumen pasar modal, yang bersifat konvensional, syariah maupun berwawasan lingkungan, seperti project crowdfunding, obligasi daerah, blended finance dan juga project bonds,” ujar Wimboh di gedung Bursa Efek Indoensia (BEI) Jakarta, Kamis (2/1/2020).
Sambung dia menerangkan untuk langkah kedua yakni, meningkatkan peran pasar modal dalam pembiayaan berbagai proyek di sektor-sektor strategis Pemerintah. Di antaranya melalui pemberian berbagai insentif kepada para emiten yang bergerak pada pengembangan sektor-sektor strategis Pemerintah dan yang mengedepankan aspek ramah lingkungan.
"Ketiga, meningkatkan jumlah emiten UMKM, melalui penyederhanaan aturan penawaran umum dan kewajiban transparansi bagi UMKM maupun peningkatan peran perusahaan efek daerah dan ke empat membangun ekosistem pasar modal yang lebih dalam," paparnya.
(akr)
Lihat Juga :