Nelayan Dukung Proyek KITW dan Pembangunan Jetti MNA

Selasa, 07 Januari 2020 - 21:35 WIB
Nelayan Dukung Proyek...
Nelayan Dukung Proyek KITW dan Pembangunan Jetti MNA
A A A
JAKARTA - Kawasan Industri Terpadu Wilmar (KITW) menjalin deklarasi bersama dengan masyarakat nelayan di empat desa yakni desa Teratai, Desa Pangsoran, Desa Margagiri, dan Desa Pulopanjang. Deklarasi bersama tersebut merupakan perwujudan dukungan dari seluruh nelayan yang berada di 4 desa itu terhadap pembangunan fisik kawasan industri serta pembangunan jetti oleh PT Multimas Nabati Asahan (MNA).

Deklarasi bersama merupakan puncak dari rangkaian program pemberian berbagai bantuan dari KITW dan MNA kepada masyarakat lokal dalam bentuk community development sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan. Sepanjang 2018-2019, KITW telah merealisasikan pemberian bantuan berupa pembangunan enam mesjid, enam madrasah, tujuh sumur bor, peralatan pendidikan seperti komputer dan pelatihan guru, serta dukungan bagi Posyandu kepada masyarakat di empat desa tersebut.

Bambang Wisnumurthy, salah satu manager yang mewakili pihak Wilmar, menjelaskan deklarasi bersama antara KITW dan masyarakat nelayan di empat desa yang dilakukan merupakan puncak sosialisasi yang dilakukan untuk mendukung pembangunan fisik. “Deklarasi bersama ini merupakan wujud sinergi bersama antara KITW dan masyarakat lokal nelayan dalam rangka mendukung kemajuan bersama,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (7/1/2019).

Menurut dia, 100 persen dari warga di empat (4) desa tersebut mendukung penuh pembangunan yang dilakukan KITW untuk berkontribusi secara riil terhadap peningkatan perekonomian daerah. “Alhamdulillah seluruh warga di 4 desa mendukung deklarasi bersama dengan penandatanganan pakta integritas yang diteken ketua nelayan dari masing-masing desa beserta perwakilan lainnya. Ini merupakan wujud sinergi yang positif secara konkret,” paparnya.

Di sisi lain, Bambang juga menegaskan pembangunan jetti oleh PT MNA tidak menggunakan pasir laut, tapi menggunakan batu bolder dengan konstruksi tiang pancang. "Kami juga ingin meluruskan mispersepsi yang berkembang di masyarakat bahwa pembangungan jetti MNA memakai pasir laut. Itu sama sekali tidak benar, karena kami menggunakan batu bolder dan konstruksi tiang pancang," terang dia.

Sebelumnya sempat beredar kabar dan opini di kalangan masyarakat bahwa KITW dan MNA dalam membangun jetti akan melakukan reklamasi laut dengan pasir laut. “Kabar dan opini itu tidak benar. Pihak KITW dan MNA terbuka untuk memberikan informasi kepada masyarakat sehingga tidak berkembang kabar dan opini yang tidak benar,” jelas Bambang.

Sambung dia menambahkan empat desa, yakni desa Teratai, Desa Pangsoran, Desa Margagiri, dan Desa Pulopanjang, merupakan wilayah terdekat dari KITW dan MNA yang menjadi mitra perusahaan.

Dia menjabarkan selama ini KITW dan MNA telah merealisasikan berbagai macam bantuan mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, hingga sosial ekonomi. “Sampai saat ini, KITW dan MNA telah membantu pembangunan 6 mesjid, 6 madrasah, 7 sumur bor yang tersebar di keempat desa tersebut,” ujarnya.

Bukan hanya pembangunan enam madrasah, lanjut dia, KITW juga memberikan bantuan komputer dan pelatihan guru dan tenaga pengajar yang diambil dari masyarakat lokal. Sedangkan di bidang kesehatan, KITW memberi dukungan dalam program Posyandu dan Puskesmas.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Kawasan Industri Batang Mulai Dibangun Akhir 2020
Teken MoU, PTPP Garap...
Teken MoU, PTPP Garap Pengembangan Kawasan Industri Batang
Masterplan Kawasan Industri...
Masterplan Kawasan Industri Batang Dipastikan Selesai Pekan Ini
Kata Erick Thohir, Kawasan...
Kata Erick Thohir, Kawasan Industri Batang dan Subang-Majalengka Fokus untuk 2 Hal Ini
Bismillah, Kawasan Industri...
Bismillah, Kawasan Industri Halal Terbesar di Indonesia Akan Dibangun
PT PP Fokus Garap Kawasan...
PT PP Fokus Garap Kawasan Industri Batang
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
41 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
2 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved