Erick Thohir Dorong Kerja Sama Pertamina-ADNOC Bisa Tekan Impor Migas

Kamis, 09 Januari 2020 - 16:30 WIB
Erick Thohir Dorong...
Erick Thohir Dorong Kerja Sama Pertamina-ADNOC Bisa Tekan Impor Migas
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memaparkan negosiasi antara PT Pertamina (Persero) dan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) merupakan salah satu upaya untuk menekan impor migas. Menurutnya impor migas saat ini sudah memberatkan cash flow pemerintah.

Ditekankan juga olehnya agar kerjasama di seluruh mata rantai bisnis minyak dan gas baik di Uni Emirat Arab, Indonesia serta internasional agar saling menguntungkan. "Sekarang kita perlu investor atau mencari partner seperti contoh refinery dengan ADNOC Abu Dhabi dengan Pertamina kita, itu kan hubungannya partnership," ujar Erick di Jakarta, Rabu (9/1/2020).

Lebih lanjut Ia menerangkan, bakal terus memperluas ekspansi BUMN sebagai upaya meningkatkan kinerja perseroan. Pasalnya terang dia, Pertamina juga memilik beberapa produk unggulan. "Kita meningkatkan produk-produk yang punya BUMN menjadi kualitas ekspor supaya ada produk kita di luar negeri," jelasnya.

Sebelumnya saat menghadiri rapat kerja perdana antara Kementerian BUMN dengan Komisi VI DPR RI, Erick Thohir memaparkan negosiasi antara Pertamina dan ADNOC merupakan salah satu upaya untuk menekan impor migas. Menurutnya impor migas saat ini sudah memberatkan cash flow pemerintah.

Sempat disampaikan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bahwa, Pertamina berencana mengimpor pasokan LPG secara langsung dari Uni Emirat Arab (UEA). Hal ini juga merupakan bagian dari kerja sama antara kedua negara.

Erick Thohir juga sebelumnya mengungkap jurus hemat impor migas. Salah satunya adalah dengan mendorong Pertamina membeli BBM atau minyak mentah langsung ke pemasok, tanpa perantara atau trader di pasar. "Kita sudah mulai tender, bukan melalui trader tapi langsung kepada perusahaan yang menghasilkan minyak," kata Erick Thohir akhir pekan kemarin di Tangerang.

Pembelian langsung ini bisa memangkas margin yang tidak perlu. Dia bilang, harga pembelian bisa lebih murah dengan selisih mencapai USD5-6 dolar per barel dibandingkan harga minyak yang biasa dibeli Pertamina via trader. "Selama ini belum dilakukan. Ini langsung ke perusahaan, total, tidak ada perantara," ungkapnya.

Meski begitu, Ia menjelaskan tak bermaksud mengusir perantara. Dia mengapresiasi perantara di pasar yang tetap bersaing dengan harga kompetitif, dan tidak disertai praktik sogok-menyogok. "Tapi mohon maaf jika sengaja merusak pipa, tangki, itu yang juga harus dilawan dan tentu terus akan kita tekan dengan hal-hal lain," tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sepakat! RI Impor LPG...
Sepakat! RI Impor LPG dari Abu Dhabi Senilai Rp28 Triliun
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina-BUMN Migas...
Pertamina-BUMN Migas Aljazair Perluas Kerja Sama Hulu dan Hilir
Pertamina EP Jatibarang...
Pertamina EP Jatibarang Field Terapkan K3 Produksi Migas Berkelanjutan
Pertamina Jaga Produksi...
Pertamina Jaga Produksi Hulu Migas demi Keberlangsungan Energi
Hiswana Migas Dukung...
Hiswana Migas Dukung Penuh Pertamina untuk Keberlangsungan Hilir Migas
Berita Terkini
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
33 menit yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
1 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
2 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
3 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
4 jam yang lalu
Infografis
Perpres Baru untuk ASN:...
Perpres Baru untuk ASN: Lima Hari Kerja, Tempat Bisa Fleksibel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved