Kasus Jiwasraya Berisiko Sistemik, Sri Mulyani Akan Cek Audit BPK

Kamis, 09 Januari 2020 - 21:49 WIB
Kasus Jiwasraya Berisiko...
Kasus Jiwasraya Berisiko Sistemik, Sri Mulyani Akan Cek Audit BPK
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, bakal mengecek langsung terkait dengan potensi risiko sistemik dari kasus PT Asuransi Jiwasraya seperti yang disampaikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebelumnya. Sebelumnya Ketua BPK Agung Firman Sampurna menyatakan persoalan yang membelit Jiwasraya memiliki risiko sistemik karena masalahnya yang sangat besar.

"Nanti saya lihat dulu, ya sama BPK mengenai hasil audit beliau. Kalau dampak sistemik, KSSK akan cuba kembangkan beberapa hal," ujar Menkeu Sri Mulyani di Gedung Kemenlu di Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Sambung dia menerangkan, mengenai kerugian dan kejahatan menurutnya merupakan kewenangan BPK dan Jaksa Agung. Selanjutnya mantan Direktur Bank Dunia itu menyampaikan bakal menindaklanjuti hasil investigasi dari BPK. "Kita bersama Kejaksaan dan Pak Jaksa Agung sudah sampaikan ke saya, update mengenai investigasi mereka," paparnya.

Menurut Peraturan Bank Indonesia tentang pengaturan dan pengawasan makroprudensial, risiko sistemik adalah potensi instabilitas akibat gangguan yang menular pada sebagian atau seluruh sistem keuangan. Penyebabnya, interaksi dari faktor ukuran, kompleksitas usaha dan keterkaitan antarinstitusi dan/atau pasar keuangan, serta kecenderungan perilaku yang berlebihan dari pelaku atau institusi keuangan.

Sebelumnya BPK telah melakukan audit pada 2016 dan melanjutkan audit pendahuluan investigasi pada 2018. Saat ini, BPK melanjutkan audit untuk menghitung kerugian negara. Berdasarkan hasil audit, salah satu penyebab Jiwasraya mengalami gagal bayar klaim asuransi jatuh tempo adalah akibat rendahnya kualitas saham dan reksa dana dalam portofolio investasinya.

Permasalahan Jiwasraya ini sebenarnya telah tercium sejak lama. Pada 2016, BPK mendapati 16 temuan terkait dengan pengelolaan bisnis, investasi, pendapatan dan biaya operasional Jiwasraya tahun 2014 - 2015. Temuan tersebut, antara lain investasi pada saham TRIO, SUGI, dan LCGP tahun 2014 dan 2015 yang tidak didukung oleh kajian usulan penempatan saham yang memadai.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPK Tegaskan Tak Ada...
BPK Tegaskan Tak Ada Rekomendasi Tutup Asuransi Jiwasraya
Menkeu Minta Asabri...
Menkeu Minta Asabri dan Jiwasraya Lakukan Pemeriksaan Keuangan 2020
BPK Akan Audit Investigasi...
BPK Akan Audit Investigasi Kementerian BUMN Terkait Kasus Jiwasraya
Kemhan, Kemenkeu dan...
Kemhan, Kemenkeu dan BPK Gelar Pertemuan Tripartit Pekan Depan
Laporan Keuangan Pemerintah...
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2019 Kembali Peroleh Opini WTP
Ngeri, BPK Akan Lacak...
Ngeri, BPK Akan Lacak Aliran Dana Mencurigakan di Jiwasraya
Berita Terkini
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
32 menit yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
47 menit yang lalu
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
1 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
11 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
12 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
14 jam yang lalu
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved