Pecahkan Rekor ASEAN, Investor UEA Akan Bangun PLTS di Jabar Senilai Rp1,8 Triliun

Minggu, 12 Januari 2020 - 21:49 WIB
Pecahkan Rekor ASEAN,...
Pecahkan Rekor ASEAN, Investor UEA Akan Bangun PLTS di Jabar Senilai Rp1,8 Triliun
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, bertemu sejumlah investor dan CEO perusahaan asal Uni Emirat Arab di Emirates Palace Hotel, Abu Dhabi. Pertemuan ini bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi ke UEA, untuk meningkatkan investasi di Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Chief Executive Officer (CEO) Masdar Mohamad Jameel Al Ramahi berencana menggandeng anak usaha PT PLN (Persero) yaitu PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Cirata, Jawa Barat.

Kepala BKPM sendiri menegaskan akan mengawal untuk mensukseskan investasi ini. "BKPM sudah mengeksekusi investasi dari Masdar. Mereka perusahaan energi baru terbarukan (EBT) terbesar di kawasan teluk. Kepala BKPM mengatakan pemerintah akan mempercepat perizinan investasi ke depan, apalagi terkait dengan pengembangan EBT," terang Direktur Promosi Sektoral BKPM Imam Soejoedi dalam keterangan yang diterima SINDOnews di Jakarta, Minggu (12/1/2020).

Imam menerangkan bahwa pembangkit ini akan menjadi PLTS terbesar di Asia Tenggara. Nilai investasi pembangkit ini ditaksir mencapai Rp1,8 triliun. PLTS Terapung Cirata akan memecahkan rekor pembangkit bertenaga surya terbesar di ASEAN setelah PLTS di Filipina, Cadiz Solar Powerplant sebesar 132,5 MW.

BKPM mengatakan, salah satu alasan pentingnya investasi ini dipercepat, sebab porsi EBT di bauran energi pembangkit nasional masih sedikit, yakni sekitar 10% dari total bauran energi (mix energy). Pada 2025, pemerintah menargetkan porsi EBT mencapai 23%. Tak hanya itu, porsi PLTS dari existing kapasitas listrik nasional baru sebesar 5 MW.

Usai pertemuan dengan Kepala BKPM terkait sentralisasi kewenangan perizinan di BKPM, investor Uni Emirat Arab, Mohamed Jameel berjanji akan mengajak mitra-mitra dan investor koleganya di seluruh dunia untuk berinvestasi di Indonesia.

"Kami sendiri rasakan kemudahan dan kecepatan pelayanan berinvestasi di Indonesia setelah Instruksi Presiden No.7/2019. Kami punya rekan-rekan investor sampai ke Karibia sekalipun," jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Menteri Badan Usaha Milik Negara Erik Thohir, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
BKPM: Jawa Barat Paling...
BKPM: Jawa Barat Paling Diminati Investor Lima Tahun Terakhir
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
2 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
2 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
2 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
2 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
3 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
3 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved