Belanja Wisatawan MICE Lebih Tinggi Dibanding Leisure

Kamis, 16 Januari 2020 - 18:42 WIB
Belanja Wisatawan MICE...
Belanja Wisatawan MICE Lebih Tinggi Dibanding Leisure
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) bidang Promosi dan Pemasaran Budi Tirtawisata mengatakan, kontribusi belanja wisatawan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) lebih tinggi dibandingkan wisatawan leisure. Untuk itu, pemerintah perlu mendorong perkembangan bisnis MICE.

Dia mengungkapkan, wisatawan yang datang untuk liburan hanya menghabiskan pengeluaran rata-rata USD150 per hari dengan rata-rata lama tinggal sekitar 7 hari. Sementara wisatawan untuk tujuan bisnis bisa menghabiskan USD2.000 per hari dengan rata-rata tinggal sekitar 4 hari.

"Kontribusi wisata leisure ke Indonesia itu sebesar 75% dan MICE 25%. Tapi belanja wisatawan bisnis lebih besar dari wisatawan leisure," ujarnya pada seminar IDX Channel Economic Outlook "Sinergi Membangun Destinasi Pariwisata Prioritas" di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Menurut Budi, wisatawan bisnis biasanya dibiayai institusi dan mereka juga biasanya memperpanjang lama tinggal 1-2 hari. Wisatawan bisnis juga datang ketika low season, berbeda dengan wisatawan leisure yang datang saat musim liburan.

"MICE ini terbukti dari pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali kemarin. Wisatawan yang ikut kongres internasional membelanjakan uang lebih besar, bahkan bisa tiga kali lipat," ungkapnya.

Asisten Deputi Investasi Pariwisata bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Hengky Manurung mengatakan, pemerintah akan mengawinkan kegiatan meeting dengan paket leisure untuk wisatawan.

"Jadi misalnya, dia meeting di Medan, leisure-nya bisa ke Aceh, Padang. Itu kita akan mengombinasikan ke depannya dengan event sehingga kita bisa menangkap pasar dari situ juga," ujarnya.

Hengky menambahkan, dari jumlah total wisman setiap tahunnya ditargetkan MICE bisa berkontribusi 25-30%. Di tahun 2020, diperkirakan jumlah wisman mencapai 17 juta kunjungan. "Jadi kalau perkiraan 17 juta kunjungan tahun ini, berarti hampir 5 juta adalah MICE atau bisnis traveler," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hadapi COVID-19, Kemenparekraf...
Hadapi COVID-19, Kemenparekraf Dorong Penerapan CHSE Pada Kegiatan MICE
Pulihkan Industri MICE,...
Pulihkan Industri MICE, Kemenparekraf Sudah Kumpulkan 400 Buyer dan Seller
Pacu Pemulihan Ekonomi...
Pacu Pemulihan Ekonomi dan Pariwisata, ICTM Siap Digelar
Bangkitkan Lagi Industri...
Bangkitkan Lagi Industri MICE untuk Dorong Perekonomian
Industri MICE dan Special...
Industri MICE dan Special Event Semakin Cerah, Ini Alasannya
Gelar Kharisma Event...
Gelar Kharisma Event Nusantara, Sandiaga Uno: Lokomotif Penggerak Ekonomi Masyarakat
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
10 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
7 Perwira Tinggi Bareskrim...
7 Perwira Tinggi Bareskrim Dimutasi Kapolri pada September 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved