Kondisi Stabil, Pasar Modal dan Obligasi Diprediksi Menarik di 2020

loading...
Kondisi Stabil, Pasar Modal dan Obligasi Diprediksi Menarik di 2020
Kondisi Stabil, Pasar Modal dan Obligasi Diprediksi Menarik di 2020
JAKARTA - Apabila investor belajar dari tahun 2019, kondisi di pasar obligasi sangat menguat hingga 14%. Sementara pasar saham Indonesia (IHSG) hanya menguat 1,7%. Penyebabnya adalah tahun lalu, suku bunga global maupun domestik turun. Ini tentu saja berkontribusi menopang pasar obligasi.

Sementara di pasar saham, sepanjang tahun kemarin, banyak sekali dinamika pasar yang membuat sentimennya tidak terlalu bagus. Bagaimana dengan tahun 2020?

Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Katarina Setiawan, mengatakan investor telah melalui tahun 2019 yang penuh dengan gejolak. Di tahun 2020 ini diperkirakan lebih baik. Terutama karena penurunan ketegangan dagang AS dengan China. Ini membuat iklim investasi lebih kondusif.

Arah kebijakan suku bunga The Fed juga diperkirakan lebih terarah dan lebih jelas. Ada kemungkinan besar The Fed akan mempertahankan suku bunganya tetap sama sepanjang tahun ini. "Karena melihat situasi ekonomi dan finansial lebih baik tahun ini," ujar Katarina, Sabtu (25/1/2020).



Karena itu dalam rekomendasinya, para investor harus melihat iklim investasi yang lebih kondusif. Maka diperkirakan arus dana dari investor global ke negara-negara di emerging market terutama di Asia, akan semakin besar. Pasar Indonesia tidak terkecuali.

"Apalagi diperkirakan pertumbuhan laba korporasi tahun ini akan lebih baik dibandingkan pertumbuhan laba di tahun 2019. Ini tentu akan mendukung pasar saham Indonesia," ujarnya.

Selain itu, masyarakat melihat adanya reformasi kebijakan yang akan dilakukan pemerintah dan ini akan menjadi katalis positif. Semakin mendukung pasar saham Indonesia, yang diperkirakan semakin membaik secara bertahap.



"Bagaimana dengan tren obligasi? Kita tahu suku bunga Indonesia salah satu yang paling menarik di dunia. Dan kondusifnya iklim makro Indonesia, seperti inflasi yang terjaga, nilai tukar rupiah yang terkendali. Hal ini akan terus mendukung menariknya pasar obligasi Indonesia," ujarnya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top