Terjangkit Efek Psikologis Wabah Corona, Harga Minyak Terkapar

Senin, 27 Januari 2020 - 12:09 WIB
Terjangkit Efek Psikologis...
Terjangkit Efek Psikologis Wabah Corona, Harga Minyak Terkapar
A A A
TOKYO - Harga minyak mentah turun lebih dari 2% ke posisi terendah dalam beberapa bulan terakhir di awal pekan ini seiring makin meningkatnya jumlah kasus virus corona baru di China dan penutupan kota-kota di negara tersebut. Hal itu memperdalam kekhawatiran atas permintaan minyak, bahkan ketika menteri energi Arab Saudi berusaha untuk menenangkan pasar.

Minyak mentah Brent turun USD1,36 per barel, atau 2,2%, menjadi USD59,33 per barel setelah sebelumnya turun menjadi USD58,68, terendah sejak akhir Oktober. Minyak mentah acuan AS turun USD1,30, atau 2,4%, menjadi USD52,89 per barel, setelah sebelumnya turun ke USD52,15, terendah sejak awal Oktober.

Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman Al-Saud mengatakan, dia menyaksikan perkembangan di China dan merasa yakin penyebaran virus baru tersebut akan dapat dibendung.

"Pasar sedang lesu, terutama didorong oleh faktor psikologis dan ekspektasi yang sangat negatif yang diadopsi oleh beberapa pelaku pasar, meskipun dampaknya sangat terbatas pada permintaan minyak global," katanya seperti dikutip Reuters, Senin (27/1/2020).

Dengan kemampuan coronavirus untuk menyebar semakin kuat, sebagian besar pasar keuangan terpukul, meskipun banyak yang ditutup di Asia karena liburan Tahun Baru Imlek.

"Pesimisme ekstrem seperti itu muncul kembali pada tahun 2003 selama wabah SARS meskipun tidak menyebabkan penurunan signifikan dalam permintaan minyak," kata Pangeran Abdulaziz.

Dia juga yakin kerajaan dan anggota lain dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), bersama dengan produsen lainnya dalam kelompok yang dikenal sebagai OPEC+ memiliki kemampuan untuk merespons dan memantapkan pasar minyak jika diperlukan.

OPEC+ yang meliputi Rusia dan produsen lainnya, telah menahan pasokan untuk mendukung harga minyak dan baru-baru ini meningkatkan pengurangan output yang disepakati sebesar 500.000 barel per hari (bph) menjadi 1,7 juta bph hingga Maret.

Pangeran Abdulaziz mengatakan pada hari Jumat (24/1) bahwa tujuan OPEC+ adalah untuk memotong persediaan musiman yang biasanya terjadi pada paruh pertama tahun ini. Menurut dia, semua opsi terbuka ketika OPEC+ bertemu di Wina pada bulan Maret nanti.

"Minyak tidak mungkin menemukan banyak pembeli sampai tanda-tanda kemajuan konkret telah dibuat untuk mengontrol virus corona," kata Jeffrey Halley, analis pasar senior di OANDA.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Ambruk...
Harga Minyak Dunia Ambruk 2% di Tengah Lonjakan Kasus Baru Corona
Harga Minyak Naik Tipis...
Harga Minyak Naik Tipis Seiring Kembali Meningkatnya Kasus Corona
Harga Minyak Dunia Mengering...
Harga Minyak Dunia 'Mengering' Imbas Corona Amerika
Masih Dibayangi Corona,...
Masih Dibayangi Corona, Harga Minyak Dunia Tergelincir
Dibayangi Varian Virus...
Dibayangi Varian Virus Corona Baru, Harga Minyak Masih Tiarap di 2021
Harga Minyak Dunia Anjlok...
Harga Minyak Dunia Anjlok Saat Kasus Baru Corona Meningkat di AS
Berita Terkini
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
10 menit yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
31 menit yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
55 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
2 jam yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
2 jam yang lalu
Infografis
Harga Emas Menggila,...
Harga Emas Menggila, Kini Tembus Rp1,9 Juta Per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved