Satu Dompet Digital China Terganjal Izin, BI Haruskan Gandeng Bank Nasional

Senin, 27 Januari 2020 - 17:31 WIB
Satu Dompet Digital...
Satu Dompet Digital China Terganjal Izin, BI Haruskan Gandeng Bank Nasional
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) masih memproses perizinan salah satu dompet digital asal China yakni Alipay yang merupakan milik Alibaba Group sebelum mengikuti jejak rivalnya WeChat Pay yang lebih dulu mendapatkan restu. BI mengharuskan Alipay agar menggandeng bank nasional untuk operasional di pasar Tanah Air.

(Baca Juga: Ekspansi Dompet Digital China Direstui, BI Beri Batas Waktu )

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng memberikan bocoran bahwa Alipay akan menggandeng Bank BRI dan Mandiri. Berdasarkan aturan, jika Alipay ingin masuk ke Indonesia harus menggandeng perbankan nasional yang masuk dalam kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) IV.

"Itu mereka (Alipay) gandeng Mandiri dan BRI, lagi kami koreksi," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng di Gedung DPR, Jakarta, Senin (27/1/2020).

Sambung dia menerangkan, saat ini BI masih menunggu dokumen lengkap dari Alipay setelah sebelumnya dokumen proses perizinan yang diberikan ke bank sentral belumlah lengkap. "Jadi mereka dokumennya enggak lengkap, kita balikin. Dan sampai sekarang belum ada lagi," jelasnya.

Sebelumnya Bank Indonesia resmi mengizinkan WeChat Pay beroperasi di Indonesia per 1 Januari 2020. Dompet digital milik Tencent ini bekerja sama dengan Bank CIMB Niaga, sebagai salah satu Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 4, yang akan mengelola dana dan transaksi dari aplikasi tersebut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perkuat Inovasi Teknologi,...
Perkuat Inovasi Teknologi, BNC Bertekad Jadi Bank Digital Terdepan
GoPay Tetap Memimpin...
GoPay Tetap Memimpin Pasar E-Money Indonesia
Goks, Nilai Transaksi...
Goks, Nilai Transaksi BI-FAST hingga September 2025 Tembus Rp25.000 Triliun
Beri Kemudahan, BI-FAST...
Beri Kemudahan, BI-FAST Dibekali Teknologi Low Value Real-Time Payments
Transfer Online Bisa...
Transfer Online Bisa Hanya dengan Nomor HP, BI-FAST Siap Dipakai Bank dan LKNB
Ada Fitur Proxy Address...
Ada Fitur Proxy Address di BI Fast Punya, Ini Penjelasannya
Berita Terkini
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
6 menit yang lalu
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
50 menit yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
2 jam yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
12 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
12 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved