Jiwasraya Gagal Kelola Investasi, Erick Thohir Sebut Direksi Lama Abai

Rabu, 29 Januari 2020 - 16:30 WIB
Jiwasraya Gagal Kelola...
Jiwasraya Gagal Kelola Investasi, Erick Thohir Sebut Direksi Lama Abai
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan, manajemen PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang lama telah mengabaikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate government/GCG). Hal itu mengakibatkan perusahaan pelat merah itu mengalami tekanan likuiditas hingga menyebabkan terjadinya gagal bayar.

Lantaran, perseroan melakukan investasi pada sebagian besar aset berisiko tinggi (high risk) untuk mengejar keuntungan yang tinggi (high return) dari hasil penjualan produk JS Saving Plan. Umumnya dana investasi ditaruh pada saham berkinerja buruk dan pada reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja buruk.

“Manajemen Jiwasraya yang sebelumnya itu tidak menggunakan prinsip kehati-hatian dalam mengelola investasi,” kata Erick di Panja Permasalahan Asuransi Jiwasraya bersama Komisi IV DPR MPR RI, Rabu (29/1/2020).

Selain mengabaikan prinsip GCG, Erick juga menyoroti manajemen Jiwasraya lama yang menawarkan produk investasi dengan imbal hasil tinggi. “(Imbal hasilnya) jauh dari yang ada di pasar dan ini yang menjadi perhatian bagi kami agar ke depannya, kita perlu safety dalam investasi. Tidak hanya mengejar bunga,” sambungnya.

Ditambahkannya, Jiwasraya mengalami kesulitan likuiditas untuk memenuhi kewajiban pembayaran klaim kepada pemegang polis sebesar Rp16 triliun. Selain itu, BUMN asuransi pelat merah ini kekurangan solvabilitas di mana ekuitasnya per Desember 2019 mencapai Rp28 triliun.

“Oleh sebab itu, kami tengah melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, dan kementerian terkait untuk menemukan solusi yang terbaik dalam penyelamatan pemegang polis,” ucap Erick.

Ia menekankan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung untuk memulihkan aset-aset Jiwasraya. BPK sebelumnya mencatat ada indikasi kerugian negara sebesar Rp10,4 triliun dari investasi buruk yang dilakukan Jiwasraya. Terdiri kerugian akibat investasi di saham gorengan sebesar Rp4 triliun dan reksa dana berkualitas rendah sebesar Rp6,4 triliun.

“Ada juga harta yang disita seperti sertifikat tanah dengan jumlah sekitar 1.400 sertifikat. Kami juga minta update ke Kejagung agar dapat gambaran berapa business to bussines yang bisa kita selesaikan, juga recovery aset yang walaupun dengan sistem keuangan negara di mana recovery aset ini harus balik dulu ke negara sebelum bisa ke kami (Kementerian BUMN),” paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Bos Jiwasraya...
Mantan Bos Jiwasraya Divonis Seumur Hidup, Kementerian BUMN Angkat Suara
Jiwasraya Tetap Dibubarkan,...
Jiwasraya Tetap Dibubarkan, Dirut Pede Diselamatkan Erick Thohir-Sri Mulyani
Selamatkan Nasabah Jiwasraya,...
Selamatkan Nasabah Jiwasraya, BUMN Berencana Bentuk Nusantara Life
FPBNJ Minta Dialog Bahas...
FPBNJ Minta Dialog Bahas Pemotongan Polis Anuitas dengan Kementerian BUMN
Jiwasraya Akan Ditutup,...
Jiwasraya Akan Ditutup, Aset dan Nasabah Dialihkan ke Perusahan Baru
Menteri BUMN: 98% Nasabah...
Menteri BUMN: 98% Nasabah Jiwasraya Setuju Restrukturisasi Polis
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
6 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
6 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
7 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
7 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
8 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
8 jam yang lalu
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved