Kerugian Pertama Boeing Dalam Dua Dekade di Tengah Krisis 737 Max

Jum'at, 31 Januari 2020 - 16:14 WIB
Kerugian Pertama Boeing...
Kerugian Pertama Boeing Dalam Dua Dekade di Tengah Krisis 737 Max
A A A
CHICAGO - Boeing melaporkan kerugian pertama dalam lebih dari dua dekade secara tahunan, di tengah krisis 737 Max yang menghantam perusahaan yang berbasis di Chicago tersebut. Produsen pesawat kelas dunia dipaksa mengkandangkan seluruh pesawat 737 Max, dimana sebelumnya menjadi primadona dalam penjualan.

Larangan terbang terhadap 737 Max, merupakan buntut dari dua kecelakaan fatal yang melibatkan pesawat Boeing 737 Max 8. Lebih dari 340 orang tewas dalam kecelakaan tersebut, hingga membuat faktor keselamatan Boeing menjadi sorotan.

Sebelumnya diprediksi sebelum adanya larangan terbang 737 Max di seluruh dunia, pendapatan diyakini melampaui USD18 miliar. Akan tetapi dampaknya lebih besar terhadap keuangan perusahaan, dimana Boeing dipaksa menelan kerugian hingga mencapai sebesar USD636 juta untuk tahun 2019.

Penjualan menjadi sangat buruk dari yang diharapkan dalam tiga bulan terakhir, ketika produsen pesawat itu hanya mencetak pendapatan USD17,9 miliar. Angka itu jauh dari prediksi sebelumnya yakni USD21,7 miliar.

"Kami menyadari ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan," kata Bos Boeing yang baru diangkat yakni David Calhoun. Ia menggantikan Dennis Muilenburg yang dipecat akhir tahun lalu menyusul penanganan krisis di perusahaan.

"Kami fokus pada 737 Max agar bisa kembali terbang dan melayani dengan aman. Serta mengembalikan kepercayaan yang telah lama berdiri diwakili oleh publik yang ingin terbang bersama brand Boeing," kata Calhoun.

Pengeluaran terkait krisis 737 Max diperkirakan telah mencapai sekitar USD9 miliar, tapi pengumuman yang dirilis perusahaan menunjukkan tagihan bisa membengkak lebih dari dua kali lipat. Kembalinya 737 Max ke layanan penerbangan sempat beberapa kali tertunda.

Bahkan minggu lalu, armada Boeing diproyeksi belum bisa terbang sebelum musim panas tahun ini. Pihak Boeing sendiri telah menegaskan berulang kali, bahkan mereka telah bekerja melakukan perbaikan untuk mencoba mendapatkan kembali izin terbang 737 pesawat Max.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini Spesifikasi Boeing...
Ini Spesifikasi Boeing 787-9 Dreamliner yang Mengalami Turbulensi Parah
Menyesatkan Investor...
Menyesatkan Investor Soal Kecelakaan 737 MAX, Boeing Bayar Denda Rp2,99 Triliun
NTSB Pastikan Pintu...
NTSB Pastikan Pintu Boeing 737 Max 9 yang Terlepas saat Terbang Buatan Malaysia
Pesawat China Eastern...
Pesawat China Eastern Airlines Jatuh, Boeing Jadi Sorotan
Alasan Boeing Bikin...
Alasan Boeing Bikin Pesawat Baru di Metaverse
2.600 Pesawat Boeing...
2.600 Pesawat Boeing 737 Mengalami Masalah Baru, FAA Beri Perintah Tegas
Berita Terkini
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
35 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
51 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
2 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
2 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved