DPR Sebut Penurunan Harga Gas Rugikan Industri Hulu Migas

Senin, 03 Februari 2020 - 21:03 WIB
DPR Sebut Penurunan...
DPR Sebut Penurunan Harga Gas Rugikan Industri Hulu Migas
A A A
JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah memikirkan kondisi industri minyak dan gas (migas) dari hulu hingga hilir jika ingin menurunkan harga gas di tingkat konsumen industri menjadi USD 6 per mmbtu.

Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron mengatakan, pemerintah harus melihat dampak dari sisi hulu ke hilir migas jika harga gas harus turun menjadi USD 6 per mmbtu. Hal ini untuk menghindari kerugian dan melemahnya geliat investasi pada sektor hulu migas.

“Saya kan pernah di komisi VII DPR, bagaimana menghitung terhadap berbagai instrumen yang menyebabkan kemudian berlaku harga saat ini,” ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Herman meminta agar sektor migas tidak terbebani akibat kebijakan penurunan harga gas, sehingga industri migas baik hulu hingga hilir dapat menjalankan investasinya. “Jangan sampai membebani di atas kemampuannya,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, saat ini harga gas dari sisi hulu atau sumur berkisar pada USD7 hingga USD9 per mmbtu, jika ditambah biaya distribusi dan operasional makan tidak memungkinkan harga gas bumi turun menjadi USD6 per mmbtu. “Saya cek ke hulu, di hulu plus transportasi dan operasional, ya memang tidak memungkinkan,” cetusnya.

Menurut dia, jika harga gas dipaksa turun menjadi USD6 per mmbtu akan menimbukan kerugian bagi pelaku hulu migas dari hulu ke hilir. Sebab itu, pemerintah perlu memberikan insentif untuk menghindari kerugian terjadi.

”Sehingga kalau kemudian dipaksakan harga USD6 per mmbtu, tanpa ada dispensasi dari pemerintah, ya pasti akan rugi karena dengan business as usual tidak mungkin,” tuturnya.

Dia menyebutkan, dispensasi yang bisa diberikan adalah menurunkan harga gas bagian pemerintah dari produksi sumur migas dan menyubsidi pada biaya distribusi serta opersional.

”Kalau untungnya tidak besar, ya tidak apa-apa. Yang penting jangan rugi, karena kalau penugasan membuat korporasi rugi, ya berarti kita membuat pohon itu layu dan tdak berbuah nantinya. Harus ada dispensasi atau insentif dari pemerintah. Sehingga secara ekonomis bisa dijalankan dengan harga USD6 per mmbtu,” pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Gas Murah untuk...
Harga Gas Murah untuk Industri Bisa Hambat Investasi Hulu Migas
Pelaku Sektor Migas...
Pelaku Sektor Migas Harus Saling Jaga Kelangsungan Bisnis
Prospek Cerah Hulu Migas,...
Prospek Cerah Hulu Migas, Kebutuhan Gas Alam untuk Industri Masih Tinggi
SKK Migas Siapkan Juknis...
SKK Migas Siapkan Juknis Penurunan Harga Gas Industri
Penurunan Harga Gas...
Penurunan Harga Gas Berpotensi Langgar UU Migas
Tak Berikan Kontribusi...
Tak Berikan Kontribusi Signifikan, Harga Gas untuk Industri Harus Dievaluasi
Berita Terkini
Santai Seaplane Buka...
Santai Seaplane Buka Pangkalan di Banyuwangi, Perkuat Konektivitas Wisata Premium
35 menit yang lalu
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
40 menit yang lalu
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
53 menit yang lalu
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
54 menit yang lalu
Pengembangan CBG Perkuat...
Pengembangan CBG Perkuat Transisi dan Kemandirian Energi Nasional
1 jam yang lalu
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
2 jam yang lalu
Infografis
Riwayat Pendidikan Ahmad...
Riwayat Pendidikan Ahmad Sahroni, Anggota DPR yang Jadi Sorotan Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved